(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Terang telah datang ke dunia, tapi dunia menolaknya.

Posted at 27 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Terang telah datang ke dunia, tapi dunia menolaknya. Siapakah Sang Terang itu. Itulah Yesus yang dikenal sebagai Anak Manusia. Kehadiran Yesus di dunia memang tidak mulus seperti halnya kelahiran anak manusia pada umumnya. Sebagai Sang Terang Ia lebih banyak dihujat, ditolak bahkan pada akhirnya dibunuh dengan disalib di kayu hina. Sebagai Sang Terang Ia memberikan cahaya bagi semua orang, dan bagi dunia. Namun karena dunia lebih menyukai kegelapan, sehingga kegelapan itu telah menyelimuti seluruh hati manusia.

Injil Yohanes (Yoh 3:16-21) hari ini (seharusnya kemarin/tertukar), Yesus mengatakan bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia.

Inilah visi dan misi Bapa mengutus Putera-Nya yang tunggal yakni untuk menyelamatkan dunia. Tapi karena dunia ini juga telah berada dalam genggaman tangan Iblis, maka terjadilah perang antara terang dan gelap. Kegelapan telah menguasai dunia. Namun demikian Tuhan telah memberi hati dan pikiran kepada manusia, agar manusia mempunyai pikiran. Selain pikiran manusia juga diberi kehendak bebas untuk menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya. Dengan pikiran dan kehendak bebas itu agar manusia mempergunakan pikirannya secara bebas untuk menentukan pilihan-pilihan hidupnya. Pilihan hidup itu bermuara dalam dua kutub ekstrim yakni menerima Yesus sebagai Juru Selamat akan selamat dan memiliki hidup kekal, sementara kalau menolak akan binasa. Penerimaan serta penolakan Yesus sebagai Anak Manusia itu dengan akal budi dan kehendak bebasnya, dan bukan dengan emosi (perasaan).

Namun demikian dalam kehidupan nyata, penolakan terhadap Yesus Mesias hanya berdasarkan perasaan dan bukan berdasarkan pada nalar sehat atau melalui suatu penelitian secara ilmiah, atau lebih spesifik melalui sejarah keselamatan manusia.

Banyak orang di dunia ini lebih mencintai kegelapan dari pada sinar terang yang menerangi seluruh hidupnya. Memang untuk beralih dari kegelapan kepaa terang membutuhkan proses. Melalui proses pikiran dan kehendak bebas itulah pada akhirnya akan menentukan pilihannya.

Sebagai orang beriman, Yesus merupakan pilihan dalam menjalani hidup ini, karena Yesus memberikan jalan, kebenaran dan hidup. Orang tidak akan paham siapakah Allah itu, kalau tidak melalui Diri Yesus. Mengapa demikian? Karena Yesus itu adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Dan Dialah yang tersulung di antara segala ciptaan (Kol 1:15). Banyak ayat di dalam Kitab Suci yang menyatakan bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Tapi banyak orang gagal paham tentang Yesus sebagai Sang Terang yang menyinar seluruh hati manusia.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini (seharusnya kemarin) tentang ‘ Terang telah datang, tapi dunia menolaknya’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1