(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Percaya berbuah kasih dan hidup kekal.

Posted at 26 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services


Percaya berbuah kasih dan hidup kekal, menolak berarti berbuah kemurkaan, dan kebinasaan. Itulah dua hal antara percaya dan penolakan terhadap Yesus sebagai saksi Allah yang datang dari surga. Injil Yohanes (Yoh 3:31-36) hari ini berbicara tentang kesaksian Yesus bahwa Diri-Nya berasal dari atas (surga). Oleh karena Dirinya berasal dari Surga, maka Ia berbicara banyak tentang hal-hal surgawi. Sedangkan kita semua berasal dari dunia, maka kita juga banyak berbicara tentang dunia. Sebenarnya kesaksian Yesus ini merupakan kelanjutan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang siapakah sosok Yesus yang banyak disebut oleh para murid Yohanes. Yohanes bersaksi bahwa Yesus sungguh Mesias yang berasal dari atas. Yohanes sendiri mengatakan :” Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil“. Dari ungkapan yang baru saja, maka nama Yohanes tidak banyak disebut dalam pewartaan Injil.

Dalam Injil Yohanes hari ini distingsi ini makin tajam antara gagasan bawah dan atas, antara terang dan gelap, antara percaya dan menolak, dan semua berpusat pada pribadi Kristus yang datang dari atas dan memberi kesaksian apa yang Ia lihat sebagai utusan Allah.

Percaya kepada Yesus berarti menerima Bapa dan kasih-Nya, memiliki dan menghayati hidup kekal. Kata Yesus:” Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup kekal“. Dan ini merupakan kesimpulan dari perikop hari ini tentang pernyataan diri pada Yesus. Oleh karena itu, idealnya hidup kita arahkan kepada Yesus sebagai pusat seluruh kehidupan kita, dan Firman-Nya menjadi sumber inspirasi dan pegangan hidup. Dengan cara ini, kita nantinya akan memperoleh hidup yang kekal. Sementara itu murka Allah berarti kita kehilangan hidup, kematian dan kegelapan yang merupakan buah ketidakpercayaan secara sengaja akan berbuah kebinasaan.

Banyak di antara kita merasa hidupnya sudah pasti masuk surga, tetapi perbuatannya bertolak belakang dengan Firman Allah yang berasal dari atas.Namun demikian, masih saja banyak orang yang menolak Firman Allah yang adalah Yesus sendiri. Oleh karena itu, upah penolakan adalah murka Allah dalam bentuk kehilangan hidup kekal serta kebinasaan.

Sebagai orang beriman, seharusnya kita makin mengimani bahwa Yesus Mesias harus menjadi pusat seluruh kehidupan kita agar kelak memperoleh damai sejahtera serta kehidupan kekal bersama Yesus di dalam Kerajaan Surga. Oleh karena itu menumbuhkan keimanan dalam setiap langkah hidup kita menjadi suatu keharusan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ percaya berbuah kasih dan hidup kekal’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1