(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kebangkitan Kristus membawa sukacita.

Posted at 17 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Kebangkitan Kristus membawa sukacita, tetapi juga membawa duka terutama bagi musuh-musuh Kristus. Kebangkitan Kristus menjadi titik balik bagi banyak orang, ternyata Kristus yang mereka hukum dan mati tergantung di kayu salib hina benar-benar Mesias utusan Allah. Dialog Yesus dengan Pontius Pilatus seharusnya membuka hati bahwa Yesus tidak berasal dari dunia ini. Sekiranya dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Nya akan menjaga-Nya jangan sampai Ia diserahkan kepada serdadu atau orang-orang jahat. Cuci tangan Pilatus menggambarkan bahwa ia tidak menemukan kesalahan sedikit pun. Bahkan Ia sama sekali tidak menistakan agama seperti dituduhkan kepada-Nya yakni dengan menghujat Allah.

Injil Matius (Mat 28:8-15) hari ini menggambarkan bagaimana malaikat surgawi telah menyampaikan warta sukacita kepada perempuan-perempuan untuk melihat kubur Yesus. Namun betapa kagetnya ketika kubur itu telah kosong. Namun dalam kesempatan itu, mereka melihat dua malaikat Allah yang berpakaian putih kemilau yang menyatakan bahwa Yesus yang telah dimakamkan itu sekarang telah bangkit di antara orang mati. Rasa duka yang mendalam ini telah berubah sukacita, karena Kristus telah bangkit. Warta suka itu segera tersiar dan tentu saja para musuhnya kaget setengah mati. Mereka masih tidak percaya bagaimana mungkin Kristus itu bangkit. Oleh karena itu, mahkamah agama menyogok para penjaga makam agar berani mengatakan kebohongan bahwa Kristus itu telah diambil para murid-Nya. Kata tua-tua itu kepada para serdadu demikian:” Kamu harus mengatakan bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Apabila hal ini terdengar oleh gubernur, kami akan berbicara dengan dia sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa pun“. Inilah kualitas orang-orang dari mahkamah agama yang tidak jujur. Seharusnya mereka ini harus berkata jujur, tapi karena kondisinya, maka mereka ini mengajak para serdadu untuk berkata bohong.

Tentu saja warta kebangkitan Kristus telah menyebar dan tak bisa dibendung. Warta kebangkitan telah meluas ke mana-mana, dan bahkan Kristus telah menampakkan Diri-Nya kepada perempuan-perempun pengunjung makam dan juga bertemu dengan para murid-Nya. Yesus telah memperlihatkan kepada murid-murid-Nya bekas-bekas luka-luka di tangan dan kaki-Nya yang terkena paku dan bekas lambung-Nya yang ditikam oleh serdadu Romawi. Kini para murid mengalami sukacita yang luar biasa, setelah mereka ketakutan dan bahkan murid-Nya yang paling dipercaya sempat menyangkal-Nya tiga kali. Tapi ia (Petrus) bertobat karena penyangkalan atas Guru dan Tuhan-Nya. Dan ini berbeda dengan dengan Yudhas yang tidak mau bertobat.

Seperti disampaikan di atas, kebangkitan Kristu menjadi titik balik dari duka cita kepada sukacita, dari putus asa menjadi penuh harapan, dan dari kebinasaan menjadi keselamatan. Kalau Kristus tidak bangkit, maka iman kita juga sia-sia. Karena Kristus bangkit, berarti Kristus itu hidup dan Ia lah menjadi sumber keselamatan. Sebagai orang beriman, kebangkitan Kristus selain membawa sukacita, tetapi juga damai sejahtera di dunia ini dan kelak di dalam Kerajaan-Nya yakni di dalam sruga.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kebangkitan Kristus membawa sukacita’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1