(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa.

Posted at 11 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, demikianlah Nabi Yesaya menubuatkan tentang nasib Yesus (Yesaya 49:1-6). Dengan terang itu, nanusia akan diselamatkan, yang jangkauannya sampai ujung bumi. Itulah Yesus dari Nazareth yang sering menjadi perbincangan banyak orang, sampai nereka pada suatu titik menerima atau menolak Yesus.

Dalam Minggu terakhir masa Prapaskah ini, maka seluruh tenaga dan pikiran kita arahkaan akan sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Minggu ini adalah Pekan Suci, di mana Gereja akan merayakan puncak liturgi. Dalam liturgi Gereja Katolik sebelum Paskah Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus umat Katolik mempersiapkan diri selama masa Pra-Paskah.

Trihari Suci dimulai dengan Ekaristi petang pada Kamis Putih, memuncak pada perayaan Malam Paskah, dan berakhir pada Ibadat Sore Minggu Paskah. Selama tiga hari suci ini, Gereja merayakan misteri terbesar karya penebusan: sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus.

Pada hari Kamis Putih, seluruh umat beriman mengenang Perjamuan Malam Terakhir yang diadakan Yesus bersama murid-murid-Nya. Pada hari ini, kita mengenangkan penetapan Ekaristi (Sakramen Ekaristi) , wujud pengurbanan Yesus. Di dalamnya, Ia menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya, yakni seluruh diri-Nya demi keselamatan kita. Maka setiap perayaan Ekaristi merupakan kenangan akan Perjamuan Paskah dan pengurbanan Kristus. Dalam perjamuan itu, Ia memberikan teladan pelayanan dengan membasuh kaki para murid, dan memberikan perintah baru agar kita saling mengasihi. Pada Hari Kamis Putih kita mengenang Yesus memberi perintah kepada para rasul untuk mengenangkan-Nya dengan melakukan perjamuan (penetapan Sakramen Imamat) seperti yang dilakukannya. Kamis Putih juga merupakan hari rekonsiliasi. Pada hari ini Gereja menyambut para petobat yang kembali berdamai dengan Allah dan jemaat. Sesudah Perayaan Ekaristi meriah, diadakan perarakan Sakramen Mahakudus dan tuguran (malam berjaga) di hadapan Sakramen Mahakudus. Perayaan Kamis Putih ditata sebagai berikut: Pembukaan, Liturgi Sabda, Pembasuhan Kaki, Liturgi Ekaristi, Pemindahan Sakramen Mahakudus.

Pada hari ini, Kristus-Anak Domba Paskah kita dikurbankan. Dalam Ibadat Sabda sesudah tengah hari (kurang lebih pukul 15.00), Gereja mengenangkan sengsara dan wafat Yesus, menghormati salib dan mengenang kembali kelahirannya dari lambung Yesus yang tergantung di salib. Pada hari ini tidak ada perayaan Ekaristi; Gereja menjalani puasa Paskah yang dipandang penting. Bila mungkin, puasa ini diperpanjang sampai hari Sabtu Suci supaya kita dapat merayakan kegembiraan kebangkitan Tuhan. Ibadat Jumat Agung terdiri dari tiga bagian: Liturgi Sabda, Penghormatan Salib dan Komuni.

Kebiasaan umat Katolik sebelum ibadah sabda di Gereja dilaksanakan ibadah jalan salib apakah dalam bentuk tablo atau jalan salib hidup. Umat Katolik merenungkan sengsara dan kematian Yesus. Walaupun pada Minggu Palma juga direnungkan sengsara dan kematian Yesus. “Kisah Sengsara Tuhan Kita, Yesus Kristus” disebut Passio. Passio berasal dari `Passio’ bahasa Latin, yaitu suatu perasaan yang amat kuat serta mendalam. Misalnya saja cinta, benci atau marah. Di antaranya, yang paling besar kuasanya adalah cinta.

Malam Paskah adalah malam suci kebangkitan Tuhan, yang merupakan puncak perayaan Trihari Suci. Malam Paskah dikenal dengan Vigili Paskah. Kata ’vigili’ berasal dari Bahasa Latin: vigilia yang berarti ‘persiapan’. Pada malam ini Gereja berjaga, menantikan kebangkitan Kristus dan merayakannya dalam ibadat suci. Pada Malam Paskah ini, Gereja juga membaptis para katekumen. Kebiasaan ini didasarkan pada keyakinan bahwa dengan dibaptis, pada katekumen ambil bagian dalam misteri Paskah: mati dan bangkit bersama Kristus. Sebagaimana Kristus wafat, dikubur, lalu bangkit, demikian pula para baptisan mati terhadap dosa, dikuburkan (ditenggelamkan dalam air), dan bangkit (keluar dari air) untuk hidup baru sebagai anak Allah. Dalam hubungan ini pula, kaum beriman diajak membarui janji baptis dalam Perayaan Malam Paskah. Maka Perayaan (Malam) Paskah juga selalu menjadi perayaan kebangkitan kita sebagai orang beriman: mati terhadap dosa, dan hidup baru sebagai anak Allah.

“Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa” merupakan bagi Yesus. Artinya kehadiran Yesus Kristus di dunia untuk menjadikan segalanya terang, dan semuanya untuk diselamatkan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1