(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Percayalah kepada pekerjaan-pekerjaan baik-Nya.

Posted at 7 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services


Percayalah kepada pekerjaan-pekerjaan baik-Nya, sekiranya tidak percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah. Perseturan antara orang Yahudi khususnya ahli Kitab dan orang Farisi hampir memuncak. Bahkan mereka siap melempari Yesus dengan batu, tapi karena saatnya belum tiba, semuanya masih aman. Perseteruan demi perseteruan mereka dengan Yesus nanti akhirnya memuncak pada pada penyaliban Yesus di Gunung Golgota atau Bukit Tengkorak, di mana Yesus ditinggikan. Inilah akhir dari drama kebencian orang Farisi dan ahli Tuarat, di mana Yesus tergantung di kayu salib hina. Dendam mereka terpuaskan dengan kematian Yesus yang dianggap menghujat Allah, karena menyamakan Diri-Nya dengan Allah. Kebencian itulah yang membuat hati tertutup pada kebenaran.

Injil Yohanes (Yoh 1o:31-42) hari ini mengisahkan bagaimana drama perdebatan antara orang Farisi dan ahli kitab dnengan Yesus. Namun mereka tidak dapat menangkap apa yang disampaikan oleh Yesus. Yesus pun sempat berkata sekiranya mereka tidak percaya bahwa Diri-Nya sebagai Anak Allah, paling tidak mereka percaya kepada banyaknya tanda yang telah diperbuat oleh Yesus. Namun demikian, hati mereka sudah tertutup dengan rasa kebencian, sehingga tidak mungkin kebenaran itu akan terungkap dalam diri mereka.

Sebagai Anak Allah, Yesus mewartakan semua perbuatan yang baik dari Bapa-Nya, karena Allah berkehendak agar manusia sebagai citra-Nya memiliki hidup kekal. Tapi apa yang terjadi? Bangsa pilihan-Nya menolak-Nya, dan bahkan membunuh-Nya seperti nasib para nabi yang diutus oleh Allah ditolak oleh mereka.

Seperti orang-orang Yahudi yang menolak Yesus, demikian pula banyak orang pada zaman ini menolak-Nya. Penolakan mereka tentu tidak sama dengan apa yang diperbuat oleh orang Farisi dan ahli Taurat. Penolakan terhadap pembangunan rumah ibadat secara tidak langsung menolak Yesus sendiri. Namun kata Yesus sendiri kita diminta untuk mengampuni, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Percayalah kepada pekerjaan-pekerjaan baiknya, artinya sekiranya tidak senang dengan Yesus, tapi agar kita percaya bahwa semua pekerjaan baik itu berasal dari pada-Nya. Karena semua pekerjaan baik itu berasal dari Allah yang menjadi Bapa-Nya. Hal ini berarti pula bahwa keteladanan Yesus itu tidak ada duanya. Seluruh hidup-Nya tunduk pada kehendak Allah. Oleh karena itu tertulis dalam Injil Yohanes 10:30: ” Bapa dan Aku adalah satu”.

Secara manusia, Yesus mempunyai sifat-sifat manusia, hanya dalam hal dosa, Ia tidak berbuat. Jadi ajakan Yesus hari ini kalau tidak percaya kepada-Nya, agar kita percaya kepada pekerjaan-pekerjaan baik-Nya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘percayalah kepada pekerjaan-pekerjaan baik-Nya’, Tuhan memebrkati.-***







UA-43404914-1