(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Siapa saja menuruti Firman-Ku, tidak akan mengalami maut selama-lamanya.

Posted at 6 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Siapa saja menuruti Firman-Ku, tidak akan mengalami maut selama-lamanya, demikian Yesus menegaskan kepada orang banyak. Sabda Yesus ini menimbulkan pertentangan di antara orang banyak dan para pemuka agama. Atas sabda Yesus ini, maka para pemuka agama Yahudi mulai khalap dengan mengatakan bahwa Yesus telah kerasukan setan. Bagaimana harus menuruti Firman-Nya. Memangnya Siapa Dia? Kok beran-berani ngomong soal Firman. Timbullah pertanyaan oleh para pemuka agama itu, katanya:” Apakah Engkau lebih besar dari pada bapak Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapa Engkau samakan Diri-mu?”. Maka Yesus pun menjawab:” Jika Aku memuliakan Diri-Ku sendiri, maka kemulian-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah kami, pada hal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Jika Aku berkata ‘Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti Firman-Nya. Abraham bapakmu bersukacita bahwa ia melihat hari-Ku dan ia melihatnya dan ia bersukacita”. Kemuidan para pemuka agama itu menambahkan untuk bertanya:” Umur-Mu belum 50 tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”. Yesus pun menjawab:” Sesungguhnya Aku berkata kepadamu ‘ sebelum Abraham ada, Aku telah ada”. Sejak itu para pemuka agama Yahudi makin membenci Yesus dan ingin segera membunuh-Nya, namun tiba-tiba Yesus menghilang begitu saja.

Gambaran di atas merupakan dialogis antara Yesus dan para pemuka agama sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes (Yoh 8:51-58). Dari dialog itu dapat diambil kesimpulan bahwa Yesus itu gambar Allah yang tidak kelihatan. Allah sungguh menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus. Kita tahu bahwa Yohanes Rasul sekaligus penginjil adalah murid Yesus yang paling dikasihi dan paling dekat. Jadi apa yang dikisahkan dalam perikop hari ini betapa pewahyuan Yesus sebagai Tuhan Allah. Para nabi, para pemuka agama, seharusnya membuka mata hati betapa Yesus itu sebagai gambar Allah yang tidak kelihata. Yesus itu telah ada sebelum Abraham ada.

Ketika Yesus mengatakan:” Barangsiapa saja menuruti Firman-Nya, tidak akan mengalami maut selama-lamanya”. Artinya Firman yang disampaikan Yesus adalah suatu kebenaran, dan kebenaran itu yang akan membawa manusia kepada kekudusan, dan kekudusan itu akan membawa kepada siapa saja untuk memasuki gerbang Kerajaan Surga. Oleh karena itu Yesus juga berdoa bagi para murid-Nya agar agar mereka dikuduskan di dalam kebenaran.

Selama masa Prapaskah ini, marilah kita mau merendahkan hati untuk menerima Yesus yang telah ada, sebelum Abraham ada. Artinya Yesus adalah yang kekal, atau Alpha dan Omega.

Demikialan refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ siapa saja mendengarkan Firman-Ku, tidak akan mengalami maut untuk selama-lamanya”.







UA-43404914-1