(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kebenaran yang memerdekakan.

Posted at 5 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services


Kebenaran yang memerdekakan tidak banyak dimiliki oleh banyak orang. Banyak orang ngomong kebenaran, sejatinya mereka ngomong tentang pembenaran. Lantas bagaimana kebenaran yang memerdekakan itu! Karena Tuhan menginginkan agar seluruh umat manusia sampai pada kebenaran itu. Untuk itu, maka Tuhan mewahyukan kebenaran itu kepada manusia. Sebenarnya Allah sendiri yang membimbing manusia kepada kebenaran itu. Allah telah berbicara banyak tentang kebenaran itu sewaktu Allah memimpin umat Israel keluar dari tanah Mesir. Allah telah berbicara banyak tentang kebenaran, namun karena kedegilan hati, umat Israel terus memberontak dan melawan Allah. Namun demikian, Tuhan Allah sendiri telah menetapkan umat Israel sebagai umat pilihan Allah dalam menetapkan sejarah keselamatan umat manusia. Alllah telah berbicara banyak tentang kebenaran baik melalui para nabi atau melalui Yesus sendiri sebagai puncak-Nya yang menyatakan tentang kebenaran itu sendiri. Yesus sendiri mengatakan:

Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Orang tidak akan sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku
(Yoh 14:6). Dalam gambaran ini, jelas sekali bagaimana Yesus adalah Sang Kebenaran sendiri yang berbicara langsung kepada umat manusia.

Injil Yohanes (Yoh 8:31-42) hari ini antara lain berbicara tentang kebenaran yang memerdekakan. Perdebatan antara Yesus dan orang Farisi dan ahli Taurat terus makin memanas, yang puncaknya adalah penyaliban Kristus di kayu salib hina. Dalam perdebatan itu, Yesus selalu mengungkapkan kebenaran yang tak terbantahkan. Namun karena iri dan kebencian hati para musuh Yesus berakhir pada penyaliban Yesus. Kebencian yang dibungkus dengan agama memang sejak dahulu telah terjadi. Oleh karena itu, kalau ada upaya agar agama itu dipisahkan dengan politik itu benar agar agama tidak dipakai alat berkuasa dengan memutarbalikkan ayat-ayat agama demi kepentingan politik( berkuasa).

Berbicara tentang kemerdekaan yang memerdekakan, Yesus sendiri telah menegaskan bahwa Diri-Nya merupakan kebenaran itu sendiri, karena kebenaran itu pada dasarnya berasal dari Allah sendiri. Kalau sekiranya manusia ingin memperoleh kebenaran itu, maka belajarkan tentang kebenaran yang diwartakan oleh Yesus sendiri. Jadi kalau orang Farisi dan ahli Taurat ingin membunuh Yesus, pada dasarnya mereka tidak paham apa itu kebenaran. Mereka hanya membenarkan dirinya sebagai orang terpandang dalam lingkungannya, karena mereka sendiri tidak paham tentang kebenaran. Apakah kita juga sudah tahu persis tentang kebenarana itu, Andalah yang tahu!

Demikianla refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘kebenaran yang memerdekakan’, Tihan memberkati.-***







UA-43404914-1