(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Yesus bukan dari dunia ini.

Posted at 4 April, 2017 by kuasa on category Renungan
translation services

Yesus bukan dari dunia menjadi topik Kuasa Doa hari ini. Injil Yohanes (Yoh 8: 21-30) hari ini mengisahkan bagaimana Ia berbicara kepada orang banyak siapakah dosok Diri-Nya. Tentu saja perbincangan antara Yesus dan orang banyak makin mempertajam siapakah sosok Yesus ini. Benarkah Ia manusia biasa atau Ia itu adalah Tuhan yang mau merendahkan Diri-Nya menjadi manusia. Mungkinkah Ia itu Tuhan yang hidup di tengah manusia. Dengan kehadiran-Nya di dunia, ia berharap agar manusia dapat melihat, dapat meraba secara jasmani dan rohani tentangn Diri-Nya.

Namun demikian, kehadiran-Nya di tengah manusia selalu menimbulkaan perdebatan dan pertentangan di antara orang banyak. Tanda pertentangan itu tidak hanya pada zaman di mana Ia hidup dan tinggal bersama manusia, tapi hingga saat ini dan yang akan datang, Nama Yesus makin tajam menjadi perbincangan banyak orang. Di antara mereka ada yang percaya bahwa Ia sungguh Mesias, sementara yang lain tidak dapat menerima-Nya bahkan menolak mentah-mentah.

Ketika Yesus mengatakan bahwa Diri-Nya bukan dari dunia, tentu pertanyaan itu menimbulkan banyak pertentangan. Kalau Dia bukan dari dunia, lantas dari mana Ia datamg? Karena karena hanya 2 dunia, kalau bukan dari dunia ini, dan melihat perbuatan-Nya dan juga Firman-Nya, Ia pasti datang dari surga. Mungkinkah Ia datang dari surga. Segalanya adalah mungkin.

Karena Yesus bukan dari dunia ini, maka itu berarti Ia datang dari Kerajaan Surga. Sebab kalau Ia berasal dari dunia, maka para murid-Nya pasti akan membela mati-matian. Tapi Yesus juga sudah menegaskan bahwa kehadiran-Nya di dunia adalah untuk melaksanakan perintah Bapa-Nya agar manusia percaya bahwa Diri-Nya bahwa Ia berasal dari surga. Ia datang bukan menghakimi, tetapi untuk menyelamatkannya. Ketaatan yang luar biasa kepada Bapa-Nya, Ia pun rela dihina manusia, dan bahkan rela untuk digantung di kayu salib tanpa mengeluh. Dunia nampaknya puas sekali, bahwa musuh orang-orang Farisi dan ahli Taurat itu berakhir di kayu salib. Kayu salib adalah simbul penghinaan besar, seolah Yesus telah menjadi penjahat besar. Maka berakhirlah hidup Yesus di kayu salib, dan mati seperti manusia biasa, dan dimakamkan. Namun pada hari ketiga Ia bangkit dari antara orang mati, dan sebelum naik ke dalam Kerajaan Surga, Ia masih sempat mengajar para murid-Nya. Dan Ia pun berjanji akan hadir untuk kedua kalinya untuk menjadi Hakim Agung pada akhir zaman. Baik orang mati dan orang yang masih hidup akan dikumpulkan untuk diadili. Mereka yang hidup baik akan dikelompokkan sebagai kawanan anak domba pada sisi kanan-Nya, sementara mereka yang jahat akan dikelompokkan dalam kawanan kambing pada posisi sebelah kiri-Nya. POsisi sebelah kanan akan memasuki Kerajaan Surga, sementara yang kiri akan memasuki api kekal di neraka.

Oleh karena itu dalam masa Prapaskah, bathin ini akan kita arahkan kepada Yesus sebagai Juru Selamat manusia. Itulah iman yang harus kita tumbuh kembangkan agar kita mengimani bahwa Yesus itu adalah Mesias utusan Allah atau bahkan Allah sendiri yang menjadi manusia. Masa Prapasakah sebagai masa pertobatan harus kita manfaatkan untuk merenungkan perbuatan kita apakah kita menyakiti Hati Kudus Yesus yang begitu rahim dalam hidup kita. Dengan kerahiman-Nya kita akan diselamatkan kalau pertobatan itu terus kita lakukan. Karena tanpa pertobatan tidak akan terjadi keselamatan. Keselamatan itu terjadi dalam iman dan perbuatan kita kepada Yesus yang hidup di dalam surga Kita dapat bertemu dengan Dia apabila kita menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Yesus bukan dari dunia ini’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1