translation services

Cintakasih:hukum yang paling utama’ baik di dunia mau pun di akhirat nanti. Hukum ini tidak akan bertabrakan dengan hukum apa pun. Hukum ini telah diberikan kepada dunia agar masyarakat dunia memiliki damai sejahtera. Namun demikian, banyak orang bahkan para pemangku kepentingan sangat menolak hukum ini. Mereka lebih memilih hukum sendiri yakni kebencian. Di dunia, banyak orang lebih suka memelihara kebencian dari pada kebaikan. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang suka mengumbar kebencian dengan rasa bangga. Orang seperti ini sebenarnya iblis yang menjelma manusia.

Injil Markus (Mrk 12:28b-34) hari ini Yesus menegaskan tentang hukum cintakasih sebagai hukum yang paling tinggi untuk mencapai damai sejahtera baik di bumi maupun di dalam Kerajaan Surga. Untuk ini, Yesus memberikan penjelasan atas pertanyaan seorang ahli Taurat ‘perintah manakah yang paling utama?

Yesus pun menjawab:” Perintah yang paling utama ialah:’ Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesasamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama dari kedua hukum ini”.

Hukum kasih ini adalah hukum Ilahi. Sebagai hukum yang Ilahi, maka hukum ini adalah hukum yang tertinggi. Dengan demikian, hukum ini menjadi referensi seluruh produk hukum, karena setiap hukum itu bermuara pada hukum kasih. Di dalam kasih itu tersimpan kejujuran, keadilan, kelemahlembutan, keramahtamahan, atau nilai-nilai keutamaaan lainnya.

Berkaitan dengan masa Prapaskah, Nabi Hosea mengatakan:

Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Datanglah membawa kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada Tuhan. Berserulah kepada-Nya:” Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami”.

Oleh karena itu, pertobatan dan penyesalan adalah kata kunci dalam pertobatan kita. Kita tidak mengharapkan Yesus memikul beban terlalu berat karena dosa kita. Pertobatan sebagai pangkal keselamatan, maka laku tobat sebenarnya tidak hanya kita lakukan pada masa Prapaskah, tetapi selama nafas hidup kita masih melekat dalam diri kita, maka pertobatan dan penyesalan harus kita lakukan. Dengan demikian, masa Prapaskah sebagai masa pertobatan harus kita maknai lebih jauh dan lebih dalam untuk mempraktekkan hukum kasih bagi kepada Tuhan Allah mau pun kepada sesama.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’cintakasih: hukum yang paling utama’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan