translation services

Yesus hari ini mengajarkan kepada seluruh manusia agar menjadi seorang pengampun tanpa batas atas kesalahan orang lain. Bahkan dalam mengampuni orang lain itu harus tanpa batas (unlimited). Dengan pengampunan tanpa batas dimaksudkan bahwa setiap kali orang lain berbuat salah, kita harus memaafkan tanpa batas. Berkaitan dengan hal itu, Injil Lukas mengatakan:” Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepada dan berkata , aku menyesal’, engkau harus mengampuni dia” . Dari ungkapan itu, Yesus mengajarkan kepada kita bahwa ‘mengampuni adalah sebuah tindakan kasih yang tanpa batas pula.

Injil Lukas (Luk 17:1-6) hari ini Yesus juga berbicara tentang penyesatan, kata-Nya:” Tak mungkin tidak akan ada penyesatan. Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya. Lebih baik baginya jika sebuah kilangan diikatkan pada lehernya, lalu dilemparkan ke dalam laut, dari pada ia menyesatkan salah seorang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia. Dan jika menyesal, ampunilah dia. Dari ungkapan ini, Yesus menegur keras kepada siapa yangn suka menyesatkan orang lain dengan dalih agama atau hukum. Tentu saja hal ini terjadi karena banyak orang paham betul tentang hukum atau pun ayat-ayat agama.

Ada sebuah kata bijak yang mengatakan:” to err is human, to forgive id devine“, yang kira-kira artinya bahwa bersalah itu manusiawi, dan memaafkan itu Ilahi”. Yesus juga mau menegaskan bahwa masalah pengampunan, adalah tentang bagaimana mengasihi orang lain. Mengampuni berarti memberikan kasih kepada orang lain yang bersalah kepada kita. Yesus juga tidak mengajarkan untuk membalas kepada orang yang bersalah kepada kita. Karena menurut-Nya balas membalas itu urusan Allah, bukan urusan manusia ( Roma 12:19). Kalau Yesus yang tidak hanya berprofesi sebagai Guru, tetapi juga Tuhan sendiri, memberikan ajaran kepada kita untuk mengampuni, maka kita juga harus berbuat yang sama.

Jadi, kalau pengampunan itu merupakan suatu perbuatan yang sifatnya Ilahi, maka mengampuni merupakan solusi hati dalam berdamai dengan dirinya, dengan sesama, dan juga dengan Tuhan sendiri. Membangun rekonsiliasi adalah perbuatan berdamai dengan diri sendiri dan sesama. Yesus dalam hal ini tidak mengajarkan membalas dendam, tetapi sebaliknya bagaimana setiap orang khususnya para pengikutnya untuk selalu belajar mengampuni yang bersalah kepada kita.

Demikianlah, refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘pengampunan tanpa batas’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan