(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Menanti kembalinya Sang Majikan.

Posted at 19 Oktober, 2016 by Justinus on category Renungan
translation services

Menanti kembalinya Sang Majikan menggambarkan akan kehadiran Kristus yang kedua (parousia). Injil Lukas (Luk 12:39-48) melukiskan tentang kehadiran Kristus sebagai Sang Majikan yang akan mengadili para hambanya yang tidak bertugas dengan baik. Kehadiran Kristus Tuhan di tengah umat-Nya ibarat pencuri yang tidak pernah diketahui kapan datangnya.Oleh karena itu Yesus menasihatkan agar setiap orang selalu siap sedia, karena tidak kita tidak tahu kapan hadirnya Kristus.

Ketika kita diberi tahu bahwa akan datang seorang tamu, maka tentu saja kita akan bersiap-siap untuk menyambut tamunya dengan baik. Kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk tamunya. Namun ketika kita tidak tahu kapan datangnya tamu, maka tentu saja kita menjadi bingung kapan kita semua harus bersiap-siap menyambutnya. Kiranya hal inilah yang mau ditekankan oleh Yesus dalam perumpamaan Injil Lukas hari ini, yakni sikap siap sedia.
Barangkali sikap siap sedia cukup memberatkan, sehingga tak semua orang menerima sikap itu. Namun demikian, Yesus cukup memuji siapa saja yang selalu siap sedia menyambut tuannya pulang dari kondangan barangkali. Pujian ini harus disampaikan agar setiap orang mau mendengarkan dan melaksanakan perintahnya.

Kembalinya Sang Majikan seharusnya menjadi semangat dalam menjalani hidup ini. Sang Majikan kita adalah Kristus yang akan menjadi hakim setelah kematian. Ia akan menjadi Hakim Agung untuk mengadili orang hidup dan mati. Tak seorang pun akan terbebas dari penghakiman-Nya. Dan Ia juga akan menjadi Hakim Agung pada akhir zaman, di mana Ia akan memisahkan orang baik yang digambarkan sebagai domba-domba, dan orang-orang jahat digambarkan dengan kambing.

Pada akhirnya toh setiap orang akan berhadapan dengan Dia baik bagi yang memcintai atau yang menolak-Nya, seperti ketika Ia masih hidup di tengah umat-Nya, ada yang menerima dan ada yang menolak. Bagi yang menerima akan selamat dan bagi yang menolak akan binasa. Sekarang tinggal pilih yang mana. Semuanya diserahkan kepada kita sesuai dengan kehendak bebas manusia untuk menentukan pilihannya.

Yesus Kristus sudah memberikan keteladanan hidup dan juga memberikan perintah melalui pengajaran-Nya kepada dunia melalui Injil-Nya sebagai kabar keselamatan umat manusia. Secara terbuka sudah disebarluaskan, terserah kepada masing-masing manusia mau menerima atau menolaknya. Oleh karena itu ajaran Yesus hari ini adalah tentang kewaspadaan terhadap kehadiran-Nya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ menanti kembali-Nya Sang Majikan’, Tuhan beserta kita.-***







UA-43404914-1