(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Membersihkan batin dari kemunafikan.

Posted at 23 Agustus, 2016 by Justinus on category Renungan
translation services

Ajaran yang penuh dengan kemunafikan pasti tidak mengajarkan bagaimana haru ‘membersihkan batin dari kemunafikan’. Injil Matius (Mat23:23-26) mengisahkan bagaimana Yesus sangat mengecam orang-orang Farisi dan ahli Taurat dalam sikap hidup mereka. Mereka ini telah menduduki kursi Musa, ahli dalam bidang keagamaan, namun perilaku mereka sangat bertolak belakang dengan nila-nilai keagamaan. Mereka hanya pandai memutarbalikkan ayat-ayat Kitab Suci tapi hanya untuk mencari kepentingan sendiri. Mereka kalau berdoa berpanjang-panjang, dengan cara itu mereka ingin mencari pujian orang dunia. Mereka sering bersumpah, tapi sumpah palsu semua. Cara-cara inilah yang sangat dikecam oleh Yesus dengan kata-kata ‘celakalah’ hai kami orang Farisi dan ahli Taurat. Perbuatan-perbuatan mereka sama sekali tidak mencerminkan sebagai kaum religius dalam arti sesungguhnya.

Barngkali kita mengenal istilah ‘inner beauty”. Kecantikan yang berasal dari dalam. Tentu maksudnya bahwa kecantikan sesungguhnya adalah kecantikan yang berasal dari hidup kebatinan. Kecantikan fisik itu bisa dibuat-buat biar nampaknya seksi. Kecantikan tidak selamanya dapat diusahakan dari luar dirinya. Kecantikan juga perlu ditopang juga dari dalam dirinya. Dengan kata lain, ‘inner beauty’ erat kaitannya dengan pola pikir, perasaan, perilaku, karisma, sangat menentukan kecantian seseorang. Oleh karena itu, kejujuran, ketulusan, belas kasih kerendahan hati, akan membawa aura ‘inner beauty’, dalam diri seseorang.

Inner beauty intinya tidak hanya monopoli atau milik seorang perempuan, tapi milik semua orang. Salah satu ajaran yang dapat kita petik hari ini adalah ‘membersihkan diri dari cara hidup yang penuh dengan kemunafikan, cari nama, kerakusan serta bentuk-bentuk yang negatif.

Menjadi pengikut Kristus memang tidak gampang seperti membalikkan tangan, kata orang. Menjadi pengikut Kristus harus berani meneladani hidup Yesus, Guru serta Tuhan kita. Melalui Injil Matius hari ini Yesus mau menekankan agar menjauhi hidup yang penuh dengan kemunafikan. Dan hal ini terjadi di mana-mana termasuk di antara pengikut Kristus. Menjadi pengikut Kristus harus berani tegas, katakan ya kalau memang ya, dan katakan tidak kalau memang tidak. Tidak boleh plin-plan. Peringatakan keras Yesus dengan sabda ‘celakalah’, tidak hanya berlaku untuk orang Farisi dan ahli Taurat, tetapi juga untuk diri kita yang terkadang merasa jauh lebih baik dan lebih benar dari pada orang lain. Dengan cara ini maka ternanamlah kesombongan rohani dalam diri kita. Dan sikap juga yang juga dikecam oleh Yesus.

Dari segala ungkapan di atas, memang kita harus terus-menerus memberishkan batin dari kemunafikan yang terus-menerus, agar kita untuk terus belajar tentang rendah hati.

Demikianlah refleksi Kuasa Doar hari ini tentang’ memberishkan batin dari kemunfaikan’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1