(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Tenanglah dan jangan takut.

Posted at 2 Agustus, 2016 by Justinus on category Renungan
translation services

HTenanglah dan jangan takut adalah penegasan kepada para murid ketika Yesus berjalan di atas setelah berdoa di atas bukit. Yesus meminta kepada para murid-Nya untk berlayar terlebih dahulu, karena Ia berdoa seorang diri di atas bukit. Setelah selesai berdoa, Yesus pun berangkat menemui para murid-Nya dengan berjalan di atas air. Tiba-tiba anging sakal mengamuk dan membahayakan perahu mereka, Dalam ketakutan itu, mereka melihat ada seseorang berjalan di atas air. Rasa takut mereka makin besar, dan berteriak ‘ada hantu’. Tetapi Yesus pun berteriak pula:

Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!”
. Lalu Petrus pun berseru: Tuhan, jika Tuhan sendiri, suruhkan aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air”. Kata Yesus:” Datanglah”. Petrus pun turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus pun menjadi takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak:” Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya untuk memegang Petrus sambil mengatakan:” Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang” “. Lalu keduanya naik perahu, dan redalah angin ribut itu. Lalu semua yang di dalam perahu menyembah-Nya, katanya:“Sungguh, Engkau Anak Allah”. Tibalah mereka di Genesareth, dan orang banyak mendengar bahwa Yesus dan rombongan datang di tempat itu. Berita ini terdengar di seluruh daerah itu, datang banyak berbondong-bondong sambil membawa mereka yang sakit. Mereka memohon kepada Yesus agar menyembuhkan mereka semua. Bahkan ada yang memohon untuk menjamah jubah-Nya saja, mereka pun menjadi sembuh.

Kisah Yesus yang berjalan di atas air dan meredakan angin ribut fenomenal sekali. Ada peristiwa alam yang menakutkan tapi Yesus mampu meredakan bencana alam tersebut. Inspirasi kisah di atas ada beberapa hal yang harus kita dalami. Kemampuan Yesus meredakan angin ribut dan berjalan di atas air adalah peristiwa langka. Bagaimana seorang manusia biasa mampu menenangkan alam yang marah dan berjalan di atas air. Kalau bukan Anak Manusia biasa, tak mungkin itu terjadi. Jadi wajarlah setelah Yesus bersama Petrus memasuki kapal itu, para murid menyembah-Nya dengan berkata:” Sungguh Engkau Anak Allah”.

Peristiwa yang menarik berikutnya adalah ketika Yesus bersama murid-Nya mendarat di Genesaret, banyak mendengar kedatangan Yesus, lalu mereka berbondong-bondong datang kepada Yesus sambil membawa mereka yang sakit. Yesus menyembuhkan mereka semua, bahkan mohon diizinkan untuk menjamah jubah-Nya saja mereka menjadi sembuh.

Inspirasi yang lain adalah bawha kehadiran Yesus membawa ketenangan. Namun karena himpitan dan ketidakpercayaan kita, maka pada akhirnya kita akan tenggelam dan tercebur ke dalam lembah dosa dunia. Kata-kata Yesus kepada Petrus ‘Tenanglah, Aku ini jangan takut”, seharusnya membawa iman kita kepada Yesus agar dalam-Nya, kita tidak perlu takut, karena Yesus akan membawa ketenangan dan damai sukacita. Oleh karena itu peristiwa angin sakal yang akan menenggelmkan kapal para murid Yesus sungguh memberikan pelajaran yang baik sekali untuk hidup kita, karena dalam Yesus, ada ketenangan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ tenanglah dan jangan takut’, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1