translation services

Pengajaran kepada murid-murid Yesus dapat dimaksudkan sebuah tantangan menjadi saksi Kristus. Dalam pengajaran-Nya, Ia mengatakan:

Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah-tengah serigala. Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati.
. Dari ungkapan itu, para murid di dalam mewartakan khabar keselamatan Kerajaan Allah harus pandai-pandai, dan melaksanakannya harus dengan tulus hati. Namun demikian, para murid diminta waspada terhadap semua orang. Karena mereka yang mendengarkan perutusan para murid itu, belum tentu semuanya senang dan menerimanya. Mereka harus hati-hati terhadap reaksi banyak orang yang mendengarkannya. Bagi mereka yang tidak senang, bisa jadi para murid itu akan ditangkap, dan dibawa ke pengadilan agama dan akan dihukum. Mereka dibawa ke depan pengadilan karena Nama Yesus. Dalam kesempatan itulah mereka akan bersaksi karena pada dasarnya mereka tidak mengenal Nama Allah dengan baik. Jika mereka mengenal-Nya dengan baik, pasti mereka tidak akan ditangkap. Jika sekiranya mereka dihadapkan di depan pengadilan dan majelis agama, mereka akan bersaksi tentang kebenaran. Namun demikian, Yesus mmenegaskan untuk tidak takut, karena mereka tidak berbicara sendiri, melainkan Allah Bapa sendiri yang akan berbicara.

Melalui Inil Matius (Mat 10:16-230 karena Injil, keluarga menjadi terpecah-pecah. Karena Injil pula, mereka diserahkan ke pengadilan. Namun ini adalah sebuah tantangan yang luar biasa. Menjadi Kristen di tengah lingkungan non Kristiani, adalah sebuah kesaksian hidup dan tentu saja sebuah peluang untuk bersaksi tentang kebenaran. Oleh karena itu menjadi saksi Kristus memang harus berbekal pedang roh yakni Firman Tuhan.

Kebenaran Injil harus disampaikan kepada banyak orang minimal di sekeliling hidup kita sendiri entah keluarga atau lingkungan yang lebih besar. Menjadi saksi Kristus berarti berani menyampaikan kebenaran. Kita ingat akan nabi Simeon yang telah menubuatkan Yesus yang masih kecil ketika dipersembahkan di dalam Bait Allah bahwa Yesus kecil ini nantinya akan menjadi tanda perbantahan bagi banyak orang. Dan nubuatan Simeon ini menjadi kenyataan pada hari ini, yang akan datang dan untuk selamanya.

Sebagai pengikut Kristus yang sejati, maka kita juga harus meneladani Guru dan Tuhan kita. Dan ketika kita menjadi saksi Kristus berarti kita juga ikut ambil bagian dalam penderitaan-Nya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘tantangan menjadi saksi Kristus’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan