Orang banyak heran akan kuasa Yesus.

translation services

Setelah menyaksikan Yesus yang dapat mengusir setan, banyak orang heran akan kuasa Yesus, yang belum pernah dilihat sebelumnya. Akan tetapi, orang Farisi, yang juga ikut menyaksikan peristiwa itu selalu memberikan komentar negatif. Orang Farisi selalu merasa lebih cerdik dan pandai dari pada Yesus. Jadi mereka menuduh perbuatan yang dikerjakan oleh Yesus dalam mengusir setan dengan bantuan kuasa penghulu setan. Tentu saja apa yang dituduhkan oleh orang Farisi itu tidak benar.Selain itu mereka selalu melihat bahwa Yesus itu hanyalah anak Yusup si tukang kaayu dari Nazareth dan beristeri Maria. Jadi mereka pikir Yesus ini tidak ada apa-apanya. Itulah pandangan negatif kelompok ini.

Namun demikian Yesus tidak menggubris omongan mereka. Yesus selalu berpikir positif, bahwa apa yang disampaikan oleh orang Farisi adalah masalah ketidaktahuan mereka tentang diri Yesus. Yesus pun tidak pernah membenci mereka apalagi mengumpat dengan kata-kata kasar seperti kita-kita orang. Apa pun yang dituduhkan mereka terhadap diri Yesus, Yesus tidak pernah menanggapinya. Yesus harus fokus untuk menyelesaikan tugas dari Bapa yang belum selesai.
Oleh karena itu Yesus bersama murid-Nya terus berkeliling dari desa ke desa dan dari kota ke kota untuk terus mewartakan kabar sukacita Injil Kerajaan Surga. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat, mewartakan Kerajaan Allah dan melenyapkan segala sakit penyakit dan segala kelemahan banyak orang.

Selain itu Yesus juga melayani setiap orang yang berkesusahan, semuanya itu karena tergerak oleh belas kasih-Nya. Oleh karena itu komentar dan sindiran orang Farisi dianggap-Nya sebagai orang yang gagal paham saja tentang diri-Nya. Yesus tidak membenci mereka, dan tentu saja Yesus mencela dan mengiritik mereka karena ketegaran hati mereka.

Inspirasi dari bacaan Injil Matius hari ini (Mat 9:32-38) adalah tentang keteladanan Yesus. Yang dapat kita petik dari keteladanan Yesus hari ini antara lain tidak emosi dan tidak marah apabila ada orang yang menyakiti hati dan menuduh dengan hal-hal yang tak perlu ditanggapi. Selain kita meneladani dari sikap Yesus, kita juga belajar pada sikap yang tenang (cool) dan tetap fokus pada tugas tanggungjawab yang sedang diembannya. Tentu saja apa saja yang kita kerjakan dengan tulus, akan berbuah manis pula pada akhirnya. Tentu saja perbuatan yang tulus itu terjadi karena Tuhan telah membuka hati kita, sehingga segalanya yang kita lakukan karena untuk kemuliaan Nama Tuhan dalam diri Yesus. Jika mau membuka hati untuk Tuhan, maka Tuhan pun juga akan berkarya dalam diri kita.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘orang banyak heran akan kuasa Yesus’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.