translation services

Apa makna Perjalan ke Yerusalem? Pada zaman sekarang, banyak orang pergi ke Yerusalem tapi bukan seperti yang dilakukan oleh Yesus, tapi untuk melihat sana sini bagaimana dulu Yesus perenah hidup di tanah Palestina itu. Orang sekarang pergi ke Yerusalem adalah untuk wisata rohani. Tentu saja ini beda maknanya dengan perjalanan Yesus.

Pada hari Minggu ini, Injil Lukas (Luk 9:51-62) antara lain mengisahkan perjalanan Yesus ke Yerusalem. Perjalanan Yesus ini dimaksudkan langkah maju menuju peninggian untuk memenuhi rencana Allah. Sementara perjalanan duniawi Yesus juga merupakan kerangka kemajuan Gereka pada waktu sesudah kenaikan. Kita semua berada dalam perjalnan ke Yerusalem bersama Tuhan.

Namun demikian, perjalanan menuju kemuliaan seperti telah diingatkan oleh Yesus adalah lorong melalui penderitaan. Hal ini pun disampaikan kepada para murid dan calon-calon murid yang ingin mengikuti-Nya. Untuk itu Yesus mengatakan kepada calon murid-Nya yang ingin mengikuti-Nya, kata-Nya:

Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya
. Betapa dalam hal mengikuti Yesus itu tidak jaminan yang pasti secara duniawi. Oleh karena itu barangsiapa mau mengikuti-Nya harus berani memanggul salib dan menyangkal diri. Ada begitu banyak tantangan dalam mengikuti Yesus, terutama lorong melalui penderitaan.

Mmengikuti permuridan Yesus ternyata tidak semudah membalikkan tangan. Ada persyaratan yang tak boleh diganggugugat ialah lorong melalui penderitaan. Mengikuti Yesus berarti siap dihina, diolok, bahkan yang paling ektrim yakni dibunuh karena Nama Yesus. Kondisi ini saat ini sangat nyata, di mana para pengikut Yesus terus diganggu dan bahkan terus dibunuh. Tentang hal ini pun Yesus sudah menubuatkan demikian:

” Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka ia berbuat bakti kepada Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena tidak mengenal Bapa dan tidak mengenal Aku. Tetapi semua ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu akan ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu” (Yoh 16:2-4a).

Sebagai orang beriman kita harus sadar betul bahwa mengikuti Yesus harus siap sebagaimana Yesus ditolak oleh bangsa Israel, di mana Ia harus menerima penderitaan secara jasmani dan rohani. Tetapi apa yang diperbuat Yesus adalah dalam rangka melaksanakan kehendak Bapa. Ia datang bukan utnuk membinasakan mereka, tetapi untuk menyalamatkannya”.

Jadi penderitaan yang harus kita tempuh melalui lorong penderitaan (duniawi) menuju kemuliaan di Yerusalem baru yakni Kerajaan Allah bersama Tuhan. Itulah kemuliaan yang ingin digapai oleh banyak orang, tapi banyak yang gagal karena mereka tidak mengenal Bapa dan tidak mengenal Yesus dengan baik.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari Minggu ini tentang’perjalanan ke Yerusalem’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan