Menjadi pelayan semuanya.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]K[/su_dropcap]etika melihat para murid-Nya bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka, Yesus lalu duduk dan memanggil kedua belas murid-Nya dan berkata:” Jika seorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan semuanya”. Maksud Yesus dari ungkapan ini antara lain bahwa menjadi seorang pelayan berarti mau merendahkan diri, tidak mau ribut (gaduh) atau pertengkaran. Ketika seseorang itu terperangkap dalam pertengkaran artinya ia lebih suka mengedepankan kepentingan diri atau dunianya.

Berbicara tentang pertengkaran di antara para murid Yesus, maka ini mengindikasikan bahwa para murid masih gagal paham tentang segala sesuatu yang telah disampaikan oleh Yesus. Mereka nampaknya lebih suka dengan dunianya dari pada apa yang diajarkan oleh Gurunya. Oleh karena itu, wajarlah kalau Yesus menegur mereka karena ketidakmmengertian mereka.

Ketika Yesus mengisahkan seorang anak kecil yang dikasihi dan dipeluk-Nya dengan mengatakan[su_pullquote]:” Barangsiapa menerima seorang anak seperti ini demi Nama-Ku, dia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, sebenarnya bukian Aku yang mereka terima, melainkan Dia yang mengutus Aku“.[/su_pullquote]

Pada akhirnya inspirasi dari bacaan Injil Markus (Mrk 9:30-37) hari ini antara lain tentang ‘kerendahan hati’. Seseorang yang menjadi pemimpin setinggi apa pun, seharusnya untuk berkuasa untuk menguasai, tetapi untuk melayani bagi semuanya tanpa membeda-bedakan. Ajaran Yesus ini tidak hanya tidak dimengerti oleh para murid-Nya saja, tetapi oleh banyak orang teramsuk diri kita. Pertengkaran demi pertengkaran itu terjadi karena kita terperangkap dalam napsu-napsu duniawi. Kita ini terpecah-pecah karena kita lebih suka menyombongkan diri, mampu ini dan itu. Dan sekiranya kita berdoa, doa-doa kita pun syarat napsu sehingga doa kita tidak dikabulkan. Kita telah salah hal berdoa, karena kita mengumbar napsu dalam doa kita. Dengan demikian, maka Tuhan sulit akan menerima doa-doa kita.

Oleh karena itu, menjadi pelayan bagi semuanya harus diawali dengan kerendahan hati.[su_pullquote] William Jenkyn, seorang puritan kuno mengatakan:” Kerendahan hati adalah perhiasan para malaikat, sedangkan ketinggian hati adalah ciri khas setan-setan.Pullquote[/su_pullquote]

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘menjadi pelayan semuanya’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan