translation services

Mungkinkah menjadi sahabat-sahabat Yesus? Dan sahabat yang seperti apa yang dimaksudkan oleh Yesus. Dari bacaan Injil Yohanes ( Yoh 15: 9-17), Yesus memberikan tanda yuang jelas tentang makna seorang sahabat. Demikian kata Yesus:

Kamu adalah sahabatku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada segala sesuatu yang telah Kudengr dari Bapa-Ku” (Yoh. 15:14-15)
.

Tanpa disadari kita ini tidak lagi menjadi seorang hamba, tetapi sahabat Yesus. Seorang hamba tidak tahu apa yang harus diperbuat, dan seorang hamba itu tidak mempunyai kemerdekaan. Ia sangat tergantung dari tuannya. Tidak ada kemerdekaan sama sekali.

Kita menjadi sahabat-sahabat Yesus karena telah dipilih oleh Tuhan sendiri Kita mejadi sahabat Yesus karena kita juga melaksanakan perintah Tuhan yang utama yakni agar hidup kita penuh kasih. Berbicara tentang kasih, Yesus mengajarkan demikian:

” Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya”
.

Menurut Yesus, semuanya ini dikatakan demikian, supaya sukacita Yesus ada di dalam kita dan kita ada di dalam Dia, dengan demikian sukacita kita menjadi penuh. Dan ini perintah Yesus itu:” yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu”.

Dari ungkapan di atas, apakah gampang melaksanakan perintah Yesus itu? Tidak sama sekali. Jangan lupa kita ini adalah bagian dari dunia. Kita ini adalah anggota Gereja yang berziarah (berjuang), artinya goda dan dosa dunia juga mengincar setiap kehidupan kita. Kita harus ingat akan 7 dosa pokok dunia yang terus menghantui hidup kita di antaranya kebencian. Kita tikda pernah luput hidup kita dengan namanya kebencian atau dendam dengan sesama. Banyak sekali goda dunia yang sangat melekat dalam hidup kita, sehingga kita memang harus berjuang untuk melawangoda dan dosa, agar kita layak menjadi sahabat-sahabat Yesus.

Sekilan gampang menjadi sahabat-sahabat Yesus, sebaliknya ini sebuah perjuangan berat. Kita membutuhkan kerjasama dengan rahmat-Nya agar tercurah dalam diri kita, sehingga rahmat itu akan memampukan kita menjadi sahabat-sahabat Yesus yang sejati.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘menjadi sahabat-sahabat Yesus’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan