translation services

Dalam perjamuan malam terakhir, doa Yesus bagi para murid-Nya adalah adalah Bapa-Nya menguduskan para murid-Nya dalam kebenaran. Nampaknya hanya Injil Yohanes yang mengisahkan tentang Yesus mendoakan para murid-Nya. Yohanes mencatatnya betapa arti penting tentang ‘berdoa’. Dalam doa itu Yesus memperlihatkan diri sebagai Imam Agung yang mempersembahkan diri kepada Bapa-Nya di surga dan mempersembahkan para murid-Nya agar mereka kokoh dalam iman akan diri-Nya. Dalam doa itu, Yesus menyatakan kesatuan Diri-Nya dengan Bapa di surga dan kesatuan-Nya dengan para murid-Nya.

Dalam Injil Yohanes (Yoh. 17:11b-19), Yesus telah memberikan keteladanan hidup tentang makna sebuah doa. Dalam doa itu tergambar suatu kesatuan erat antara Guru dan murid, atau Bapa dan Anak. Dengan kepsarahan itu terlahirlah kehendak Bapa terjadi, sebab tanpa kepasrahan karya Allah tidak bekerja.

Dalam doa Yesus, Yesus semacam curhat (mencurahkan isi hati) kepada Bapa-Nya tentang bagaimana para murid-Nya yang masih berziarah di dunia. Mereka perlu dilindungi dan dijaga, agar para murid-Nya dikuduskan dalam kebenaran. Dalam gambaran di atas, doa bukanlah sia-sia. Memang bagi sebagian orang, doa itu tidak penting, dan hanya membuang-buang waktu saja. Mereka yang berkata demikian, doa itu tidak penting. Bagi yang beranggapan bahwa doa itu penting, maka mereka pasti memberikan waktu untuk berdoa. Oleh karena itu sebagai pengikut Yesus, Guru dan Tuhan sekalgius telah memberikan keteladanan tentang arti pentingnya doa. Doa itu seharusnya mendatangkan keselamatan.

Mengutip statement Santo Alfonsus Maria de Liguri, ia mengataakan:

siapa berdoa, dia menyelamatkan dirinya; siapa tidak berdoa dia menjermusukan dirinya dalam kehancuran“.

Dengan demikian, mari kita menyediakan waktu untuk bertemu dengan Yesus Tuhan dalam doa-doa kita. Kita berpasrah kepada-Nya, karena dengan cara itulah kita selalu bersama Yesus yang telah diberi kuasa Bapa-Nya. Perhatikan bagaimana Yesus berdoa untuk kita;

Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam Nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, karena Firman-Mu adalah kebenaran.”

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ Doa Yesus untuk menguduskan dalam kebenaran’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan