translation services

Dalam amanat perpisahan-Nya dengan para murid-Nya, Yesus mewahyukan Diri-Nya sekaligus ingin membangun iman kepercayaan kepada para murid-Nya bahwa Ia dan Bapa adalah satu. Untuk itu Yesus berkata:” Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia”.

Dalam pewahyuan-Nya baik kepada para murid mau pun orang banyak, Yesus selau mengajarkan bahwa Diri-Nya dan Bapa-Nya adalah satu. Dan Ia juga pernah mengatakan bahwa tak seorang pun pernah melihat Allah. Dalam Injil Yohanes 14:6-7 tertulis:

Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia”.< /strong>

Inspirasi yang dapat kita ambil dari Injil Yohanes hari in (Yoh 14:7-14), Yesus mau mengajarkan kepada kita untuk membangun iman kepercayaan akan Allah yang kita sembah dan muliakan. Untuk itu Yesus berkata: ” Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan yang lebih besar dari pada itu”. 

Dengan kata lain, permuridan Yesus bukan perkara mudah. Para murid juga harus jeli bagaimana Guru itu telah memberikan keteladanan kepada para murid-Nya. Dalam bahasa Jawa, Guru itu ‘digugu dan ditiru’. Artinya seorang Guru itu harus didengarkan dan diikuti-Nya dalam hal bertindak, bertutur kata dan cara berpikir. Belajar dari keteladanan Yesus, serta melaksanakan perintah-Nya adalah suatu pekerjaan yang mulia.

Oleh karena itu, menjadi murid Yesus adalah suatu proses membangun iman kepercayaan yang terus menerus. Bukan dengan cara instan. Hal ini juga mengingat bahwa manusia cenderung berbuat dosa dan selalu berusaha melawan Allah. Permuridan Yesus adalah pekerjaan yang terus menerus, dan tidak mudah. Untuk itu, apa yang kita lakukan, hendaklah ditujukan untuk kebaikan.

Yesus sendiri akan membantu kita apabila kita juga tekun dan setia kepada-Nya. Bahkan Yesus sendiri sudah berjanji akan menyertai kita sampai akhir jaman, dan Yesus tidak mengehendaki kita menjadi anak yatim.

Dalam membangun kepercayaan kepada Tuhan Yesus, kita butuh kerjasama yang baik. Kita membutuhkan rahmat dari Tuhan agar kita dikuatkan untuk terus membangun iman kepercayaan kepada-Nya agar hidup kita dijagai. Dan dengan cara itu maka kita sebagai para murid akan diselamatkan dan pada akhirnya akan memperoleh hidup kekal.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘membangun kepercayaan’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan