translation services

Roti adalah gambaran makanan yang sangat dibutuhkan dalam keseharian kita. Bagi orang Indonesia mungkin bukan roti, tapi nasi atau yang sejenisnya. Baik roti atau nasi merupakan kebutuhan pokok yang menghidupi hidup kita. Namun demikian, roti hidup sebagai salah satu sumber makanan harus dimaknai secara rohani.

Hari ini Injil Yohanes (Yoh 6:44-51) mengisahkan bagaimana Yesus telah mewahyukan Diri-Nya sebagai Roti hidup yang turun dari surga. Barang siapa makan dari pada-Nya, tidak akan mati dan akan hidup selama-lamanya. Kemudian Yesus menambahkan bahwa roti yang diberikan kepada kita adalah daging-Nya untuk hidup dunia.

Bagaimana kita dapat memahani Sabda Yesus sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes itu? Apakah kita dapat menangkap esensinya? Sebagai seorang beriman, makanan yang kita butuhkan tidak hanya makanan jasmani yang kita butuhkan sebagai sumber kekuatan badan kita, tetapi kita membutuhkan makanan rohani bagi pertumbuhan rohani kita. Karena hidup kita tidak semata untuk kebutuhan jasmani, tetapi juga kebutuhan rohani, keduanya sama pentingnya.

Pada dasarnya Allah menciptakan manusia sempurna yakni terdiri atas badan, jiwa dan roh. Ketiganya perlu mendapatkan perawatan dalam hidup ini. Kalau banyak orang sangat berkecukupan dengan materi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, tapi belum tentu kebutuhan rohaninya diperlihara dengan baik. Namun demikian, tidak sedikit orang yang kebutuhan jasmani tidak terpenuhi dengan baik, tetapi hidup rohaninya dirawat dengan baik.

Roti hidup sebgaimana digambarkan dalam Injil Yohanes adalah tentang pewahyuan Yesus Kristus sebagai utusan Allah. Sebagai utusan Allah, maka Ia akan mengajarkan khabar sukacita dan kebaikan Allah terhadap manusia sebagai citra-Nya. Tak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi melalui Diri-Yesus, orang akan mengenal Allah, karena segala kuasa di langit dan di bumi telah sepenuhnya diserhkan kepada Putera-Nya yakni Yesus Kristus.

Kalau dikatakan bahwa Yesus sebagai roti hidup yang turun dari surga, maka hal itu menggambarkan betapa Yesus itu menjadi sumber makanan pokok yang harus dimakan setiap saat. Kita akan mengerti sabda itu kalau kita mengimani bahwa Yesus sungguh Mesias utusan Allah yang telah diberi kuasa atas orang hidup dan mati. Kita sampai pada pemahaman itu kalau kita mengimani-Nya. Tentu sebagai sumber makanan pokok, maka yang harus kita makan terutama adalah Sabda atau Firman-Nya. Karena Sabda-Nya yang penuh kuasa itu merupakan sumber informasi dan pegangan hidup kita. Dan pada Yesus, Dialah menjadi pusat sumber hidup kita.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘roti hidup sebagai makanan rohani’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan