Perjalanan iman akan Yesus.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]G[/su_dropcap]ereja Universal hari ini telah merayakan Paskah sebagai peringatan terhadap kebangkitan Kristus, setelah mengalami sengsara dan wafat, namun pada hari ketiga Ia bangkit dari antara orang mati. Waktu itu pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke makam Yesus, dan melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Lalu ia bergegas bertemu kepada Simon Petrus dan murid lain dengan mengatakan:[su_pullquote]” Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan“.[/su_pullquote]

Petrus pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke makam bersama murid yang lain untuk membuktikan bahwa makam itu telah kosong. Petrus walau kalah lebih dari dari murid lain dapat menyaksikan makam yang kosong. Namun ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedangkan kain peluh yang tadinya di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan, tetapi agak di samping, di tempat lain dan sudah tergulung. Murid yang lain pun melihat pemandangan yang serupa. Yang berbeda, disebutkan bahwa murid itu melihatnya dan percaya. Perjalanan iman menuju kepada kebangkitan Kristus yang bangkit makin jelas dengan adanya tanda-tanda yang ditinggalkan oleh Yesus sendiri. Saat itu hari pun mulai terang.

Semula mereka memang penuh keraguan, tapi nampaknya makin terbuka hatinya, bahwa Yesus memang akan menanggung sengsara, wafat dan bangkit pada hari ketiga. Perjalanan iman para murid bermula dari keraguan, timbul pencerahan dan akhirnya menjadi suatu perjalanan iman yang pasti. Mereka selama ini masih belum mengerti tentang Kitab Suci bahwa Yesus akan bangkit dari antara orang mati.

Demikian perjalanan iman akan Yesus harus bertumbuh dan berkembang. Iman kita tidak boleh hanya suam-suam kuku, hanya sekedarnya, apalagi tidak sungguh-sungguh mengikuti Kristus. Dalam kisah sengsara Yesus, Yesus sudah menegaskan bahwa Diri-Nya hadir di dunia untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran. Ia bukan dari dunia ini, tapi Ia berasal dari surga. Surga adalah tempat Ia meraja, dan bahkan Ia akan mengadili diri kita. Oleh karena menumbuhkembangkan keimanan kita menjadi suatu keharusan. Dan dengan demikian kita juga harus berani menjadi saksi Kristus yang bangkita. Sebab tanpa kebangkitan Kristus, maka sia-sialah iman kita.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa dengan tema’ perjalanan iman akan Yesus, selamat paskah, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.