Yesus sebagai saksi kebenaran.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]S[/su_dropcap]etelah kita merayakan Jumat Agung sebagai perayaan akan kenangan terhadap sengsara dan wafat Yesus, mka malam ini kita akan merayakan Malam Paskah sebagai kenangan akan kebangkitan Kristus Yesus. Kesengsaraan dan wafat Kristus yang dirayakan pada Jumat Agung sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya yang mengatakan:[su_heading]” Sesungguhnya, hamba=Ku akan berhasil. Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Seperti banyak orang tertegun melihat Dia, rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi,dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi-demikianlah ia akan membuat tercengangn banyak bangsa, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat Dia…!”[/su_heading]. Itulah sedikit nubuatan Yesuya tentang Kristus Yesus. Disebutkan bahwa rupa-Nya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi menggambarkan betapa hebat sengsara Yesus. Kesengsaraan-Nya begitu luar biasa sampai Diri-Nya tidak dikenal sebagai anak manjusia lagi. Manusia sebgai ciptaan-Nya begitu kejam terhadap Diri-Nya hanya karena perbuatan-Nya tidak seperti perbuatan dunia. Di dalam persidangan, Pontius Pilatus sama sekali tidak menemukan kesalahan sedikit pun. Pengadilan sebagai lembaga tinggi untuk memberikan keadilan ternyata tidak bisa memberikan keadilan sesungguhnya. Dunia mengadili secara tidak adil. Yesus didakwa karena dianggap menghujat Allah, akan membangun Yerusalem dalam tiga hari, dll. Dakwaan yang dituduhkan kepada-Nya tidak dimengerti oleh dunia.

Rupa dunia sudah begitu buruk karena sudah menjadi perhambaan dosa. Kejahatan seperti pembunuhan, korupsi, perselingkuhan, kebencian, dll sudah merajalela di mana-mana. Tidak ada seorang pun yang dapat mengendalikan kejahatan. ADa seorang Anak Manusia yakni Yesus ingin menjadi saksi kebenaran, tapi kesaksian-Nya ditolak. Mereka beranggapan bahwa saksi kebenaran yang disampaikan oleh Yesus tidak membumi, jauh dari harapan dunia.

Tentang saksi kebenaran ini, tertulis di dalam Injil Yohanes (Yoh 18:37):[su_pullquote]” Maka kata Pilatus kepada-Nya ‘Jadi Engkau adalah Raja? Jawab Yesus:” Engkau mengatakan bahwa Aku ada;ah Raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasasl dari kebenaran mendengarkan suara-Ku“[/su_pullquote].

Yesus dengan tegas mengatakan bahwa Ia bukan dari dunia, dan untuk itulah Ia lahir di dunia. Ia datang sebagai saksi kebenaran, dan siapa saja yang hidup dalam kebenaran, ia mendengarkan Yesus.

Dalam kenyataan sehari-hari, banyak orang hidup jauh dari kebenaran. Sebaliknya mereka berkata bohong demi menutupi kejahtannya.

Barangsiapa hidup benar, maka Ia sudah mendengarkan suara Yesus. Dia sendiri juga mengaskan dalam Yohanes 14:6:” Akulah jalan, kebenaran dan hidup. orang tidak akan sampai kepada Allah Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Dengan kata lain, boleh saja orang ngomong seribu kali tentang Allah, tapi kalau tidak mengenal siapakah sosok Yesus, tidak akan mengerti siapakah sosok Allah itu.

Demikianlaj refleksi Kuasa Doa hari ini tentang’ Yesus sebagai saksi kebenaran’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan