Perayaan Kamis Putih sebagai ungkapan cintakasih.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]G[/su_dropcap]ereja universal hari ini merayakan Perayaan Kamis Putih sebagai ungkapan cintakasih Tuhan kepada manusia. Dalam perayaan ini kita diajak untuk merenungkan perintah Tuhan yang utama yakni cintakasih. Bagaimanakan bentuk cintakasih Tuhan itu dapat kita tangkap? Dalam perayaan Kamis Putih malam ini, Tuhan telah memberikan keteladanan hidup-Nya agar kita dapat meneladani-Nya. Keteladanan yang seperti apa yang harus kita tiru? Perjamuan makan bersama para murid, pengurbanan Tuhan yang disimbulkan dengan pemkberian roti dan angur sebagai simbul pemberian diri-Nya di kayu salib dan melayani para murid dengan membasuh kaki mereka.

Oleh karena itu Hari Raya Kamis Putih merupakan hari yang penting bagi umat Kristiani. Pada hari itu, Gereja universal merayaakn perayaan Ekaristi guna mengenang perjamuan terakhir bersama para murid-Nya sebelum Ia harus menanggung sengsara dengan memikul salib dan wafat untuk menebus dosa manusia. Wafat-Nya menjadi pintu bagi kehidupan bagi umat manusia.

Pada Kamis Putih yang pertama kita kenangkan adalah perayaan Ekaristi. Pada malam perjamuan terakhir itu Yesus berkata:” Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku” Oleh karena itu, Ekaristi menjadi lambang pengurbanan dan persembahan hidup Yesus kepada Allah dan manusia. Melalui Ekaristi, kita menerima diri Yesus, mempersatukan hidup kita dengan-Nya dan membiarkan Dia hidup dalam diri kita sehingga bukan lagi ‘ aku yang hidup tetapi Dia yang hidup di dalam diriku’.

Seperti disampaikan sebelumnya bahwa perayaan Kamis Putih adalah simbul pelayanan dan cintakasih. Dengan keteladanan itu, sepantasnya setiap orang Kristiani bisa menjadi teladan bagi yang lain dalam melayani dan mengasihi sesama, terutama mereka yang terpinggirkan. Tentang hal ini Yesus berkata:[su_pullquote]” Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Aku Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. Sebab Aku telah memberikan teladan kepadamu, supayan kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat padamu”.[/su_pullquote]

Dengan demikian, maka perayaan Kamis Putih adalah keteladanan pelayanan cintakasih yang harus kita jalankan sebagaimana Yesus telah memberikan keteladanan itu kepada kita.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ Perayaan Kamis Putih sebagai ungkapan cintakasih’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.