Iman yang menyembuhkan.

[su_dropcap style=”light” size=”5″]T[/su_dropcap]anda dan mukjizat yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus telah membawa kesembuhan tidak hanya untuk si penderita tetapi juga untuk seluruh keluarganya. Mukjizat kesembuhan anak seorang pegawai istana telah membawa keluarga itu terhadap iman akan Yesus Kristus. Memang Yesus sempat menegur kepada mereka dengan mengatakan:” Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya”. Namun pegawai istana itu tidak menghiraukan apa kata-kata Yesus, dan terus mendesak Yesus untuk datang dan mohon kesembuhan anaknya yang hampir mati. Kata Yesus kepadanya:” Pergilah, anakmu hidup”. Orang itu percaya akan perkataan yang disampaikan oleh Yesus kepadanya, ia pun pergi. Ketika di tengah jalan, para hambanya datang mendapatkan dia dan menanyakan pukul berapa anak itu sembuh. Jawab mereka:”Kemarin siang pukul satu demamnya hilang”. Maka teringatlah ayah itu bahwa saat itulah Yesus berkata kepadanya:” Anakmu hidup”. Lalu ia pun percaya bersama seluruh keluarganya.

Inspirasi dari kisah Injil Yohanes 4:43-54 tentang ‘iman yang menyembuhkan’, membutuhkan waktu, tidak serta seperti membalikkan tangan. Iman yang menyembuhkan akan Yesus yang adalah Guru dan Tuhan membutuhkan suatu proses, dan bisa jadi proses itu akan panjang. Memang Tuhanlah yang lebih dulu mengasihi, dan manusia mau membuka hatinya untuk menerima rahmat Tuhan. Iman yang menyembuhkan adalah iman kepercayaan akan Yesus yang memberi seluruh kehidupan ini. Iman seperti tidak serta merta berubah drastis, tapi butuh proses panjang.

Tuhan pada dasarnya memanggil setiap orang untuk datang kepada-Nya. Namun demikian, tidak semua orang menanggapi panggilan atau undangan Tuhan. Ada yang segera merespons, ada yang sedang berpikir-pikir atau ada pula yang sama sekali menolak setelah mempertimbangkan segala sesuatu atau karena pengaruh orang lain. Semuanya syah-syah saja, karean toh Tuhan telah memberikan kehendak bebas manusia. Dengan kehendak bebas itu, manusia itu bebas untuk menerima Yesus atau menolak-Nya. Menerima Yesus berarti ada keselamatan padanya, sementara dia yang menolak-Nya akan mengalami kebinasaan.

Iman yang menyembuhkan adalah iman yang meneguhkan yang membawa kepada damai sukacita. Berbahagilah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Ungkapan ini antara lain dimaksudkan tentang bagaimana iman yang menyembuhkan itu terus tumbuh dan berkembang. Iman yang kita miliki memang harus ditumbuhkembangkan, sehingga kita memiliki iman yang kokoh. Iman itu dapat ditumbuhkembangkan antara lain melalu Firman yang kita terima setiap saat. Karena pada dasarnya Firman yang kita baca dan renungkan itu adalah Firman yang hidup dan menyembuhkan. Firman itu adalah Allah sendiri yang mau berbicara kepada kita semua melalui Putera-Nya Yesus Kristus.

Yesus adalah Sang Firman yang hidup dan menyembuhkan. Dengan demikian semakin sering kita membaca dan merenungkan Kitab Suci, maka kita bertemu langsung dengan Kristus sendiri. Dengan iman akan Kristus yang menyembuhkan itu, maka kita akan memperoleh pula Kerajaan Allah yang telah dijanjikan oleh Kristus kepada yang mengimaniNya.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘iman yang menyembuhkan’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan