Bagaimanakah kita harus berdoa?

[su_dropcap style=”light” size=”5″]H[/su_dropcap]ari ini melalui Injil Matius (Mat 6:7-15) Yesus mengajar para murid-Nya bagaimanakah seharusnya kita berdoa. Berdoa berarti membangun relasi antara manusia dan Tuhan. Manusia berdoa artinya manusia mmengadakan relasi antara yang lemah dan yang kuat. Untuk itu Yesus mengajar bagaimana seharusnya kita berdoa. Dalam ajaran-Nya Yesus mengajar murid-Nya berdoa sbb:[su_heading size=”20″ align=”left” margin=”30″]” Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga”[/su_heading]. Dalam berdoa kita diajak untuk mengarahkan hati dan pikiran kepada Tuhan dalam bentuk pujian serta permohonan yang terarah kepada Tuhan dan demi kemuliaan-Nya. Pujian dan permohonan itu mendahului permohonan demi mencukupi kebutuhan manusia, karena mau menempatkan Allah menjadi yang utama, lalu manusia bisa menyampaikan permohonan-permohonannya. Dengan kata lain doa tidak boleh membelokkan kehendak Allah agar sesuai dengan kehendak kita, tetapi menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak Allah.

Dalam permohonan itu Yesus mengajarkan:” Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat”.

Dalam permohonan dalam doa itu pada masa sekarang yakni makanan yang menjadi kebutuhan pokok untuk mempertahankan hidup. Sementara permohonan kedua adalah tentang mohon ampun atas segala kesalahan kita. Dan permohonan ketiga adalah berkaitan dengan masa depan tentang perlindungan dari pencobaan yang tiap saat menghadang perjalanan hidup kita. Ketiga permohonan kita kita arahkan kepada Allah Tritunggal yang maha kudus.

Dalam kenyataannya dalam berdoa, kita lebih banyak memohon dari pada memuji serta meluhurkan Nama Tuhan. Bahkan kita terkadang mendikte Allah dan bahkan memaksa Allah menuruti kemauan kita dan lupa menjalankan niat dan janji kita ‘seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami’.

Tidak jarang kita pun berdoa melulu mohon, mohon dan mohon tanpa menyadari bahwa Allah telah memberi banyak hal itu tanpa kita mohon, sekali pun tidak pernah ada puji syukur sekali pun. Mengapa? Yesus mengajar kita berdoa dengan lebih dahulu memuji dan memohon agar kehendak Allah terjadi, karena Allah hanya menghendaki yang terbaik bagi kita dan Allah telah memberi banyak hal tanpa kita minta.

Sebagai pengikut Kristus seharusnya dalam berdoa kita mengimani sepenuhnya pada kehendak Allah dan kita membiarkan Allah berkarya dalam diri kita. Apakah dalam berdoa Tuhan pasti mengabulkan doa kita? Jawabnya ya, tapi ada syaratnya. Untuk itu, Injil Markus (Mrk 11:24-26) dikatakan:” [su_heading size=”20″ align=”left” margin=”30″]Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu sudah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika berdiri dan berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatinya terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kita tidak mengampuni, Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan kamu.[/su_heading]

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ bagaimanakah kita harus berdoa’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.