translation services Konflik antara Yesus dan orang Farisi terus berkembang. Kalau kemarin konflik itu tentang hal berpuasa, tetapi hari ini konflik itu adalah tentang pelanggaran hari Sabat. Injil Markus (Mrk 2:23-28) hari ini mengisahkan tentang para murid Yesus yang memetik bulir gandum pada Hari Sabat. Reaksi Yesus pada orang Farisi menimbulkan kemarahan di antara orang Farisi. Menjawab protes mereka, Yesus pun mengutip dari Kitab Suci bahwa bahkan Daud mengambil perkecualian dari hukum demi pengikut-pengikut-nya yang kelaparan. Yesus mewartakan bahwa Allah menciptakan hari Sabat bagi manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat. Oleh karena itu bagi mereka yang mengikuti Yesus harus menapsirkan seluruh hukum Yahudi dengan hidup menurut semangat hukum Allah yaitu berbelaskasih.

Tentang hukum Allah itu, Injil Markus menggarisbawahi bahwa seluruh hukum itu diringkas dalam satu hukum Kristus dalam hukum kasih yang merupakan perintah ganda yakni mengasihi Allah secara totalitas, dan mengasihi sesama seperti dirnya sendiri. Jika orang berbuat demikian, orang ini sungguh akan berkenan di hati Allah.

Konflik yang terus berkepanjangan antara orang Farisi dan Yesus sangat menegaskan bagi kita bahwa Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat. Ungkapan ini merupakan pewahyuan diri Yesus atas kewibawaan-Nya atas seluruh hukum termasuk hari Sabat yang sangat dikeramatkan itu.

Kita sering membaca atau mendengar tentang Yesus sebagai Anak Manusia. Yesus tidak pernah menyebut diri-Nya sebagai Anak Allah dalam Injil Markus. Ia kerap kali menyebut sebagai Anak Manusia. Sebutan ini bermula dari Kitab Daniel 7:13 yang berbunyi:

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usia-Nya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya”.Heading text

Yesus sebagai Anak Manusia untuk menunjuk pada cara yang digunakan Penebus menyelamatkan bangsa-Nya yaitu penderitaan dan kematian-Nya di salib. Injil Markus sangat jelas bagaimana Yesus sebagai Anak Manusia memperlihatkan kuasa-Nya tidak hanya atas hari Sabat, tetapi juga terhadap seluruh permasalahan hidup manusia.

Penggambaran bahwa Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat menunjuk kepada sosok Yesus yang punya kuasa atas seluruh hukum yang berlaku di dunia, di mana hukum itu harus bersumber pada satu hukum yakni hukum kasih.

Demikialah refleksi singkat Kuasa Doa hari tentang ‘Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan