translation services Injil Markus (Mrk 2:18-22) mengisahkan tentang ‘penjelasan Yesus mengenai berpuasa’. Hari ini Injil Markus mengisahkan tentang konflik mengenai hal berpuasa antara murid Yohanes Pembaptis dan orang Farisi dan murid Yesus yang tidak berpuasa. Menjawab pertanyaan orang Farisi tentang puasa Yesus menjelaskan sbb:” Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka?”.

Tentu saja Yesus mengambil kisah dari Perjanjian Lama di mana perkawinan sering menggambarkan kehadiran Allah pada umat-Nya sedangkan puasa dilihat sebagai persiapan kedatangan Allah. Pada dasarnya Yesus mau mengatakan bahwa Kerajaan Allah sekarang telah hadir dalam Diri-Nya. Jika Yesus berbicara tentang pengantin laki-laki diambil itu dimaksudkan kepada kematian Yesus yang berarti para murid itu tidak bersama-Nya lagi. Jika mereka tidak bersama Yesus berarti mereka berpuasa. Ketika mereka berpuasa berarti mereka dalam penantian yang penuh harap.

Sementara ini ada semacam miskonsepsi tentang puasa. Puasa hanya diartikan tidak makan dan minum. Jadi puasa hanya dilihat secara jasmani saja, bukan dalam arti rohani. Menurut Injil Markus hari ini, berpuasa berarti suatu pengharapan akan persatuan yang penuh dengan Yesus yang akan datang. Parousia adalah menantikan kedatangan Yesus yang kedua. Tapi sebagai pengikut Kristus, ketika kita mengikuti perayaan Ekaristi itu berarti merayakan kehadiran pengantin laki-laki bersama mereka dalam Sakramen Ekaristi.

Gereja juga memerintahkan kepada seluruh umatnya agar menjalankan perintah berpuasa. Perintah tertulis dalam perintah Gereja kelima yang berbunyi:” Engkau harus menaati hari puasa wajib” yang berarti penyangkalan diri dan pertobatan, yang memperisapkan dalam pesta-pesta liturgi; mereka membantu agar memenangkan kekuasaan atas hawa napsu dan memperoleh kebebasan hati” (KGK no. 2043).

Dengan kata lain, memang berpuasa itu menjadi penting dalam hidup ini agar tidak selamanya memberi makan kepada tubuh saja, tetapi juga hal-hal yang rohani. Hal ini senada dengan ungkapan Yesus yang mengatakan:” Manusia tidak hanya hidup dari roti saja, tetapi juga setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” ( Mat 4:4). Dengan kata lain harus ada keseimbangan hidup jasmani dan rohani kita.

Berpuasa sebagaimana dikatakan dalam Injil Markus hari ini antara lain tentang harapan kegembiraaan bersatu dengan Kristus. Kalau kita tidak bersama dengan Kristus, itu berarti kita juga berpuasa. Dengan makna itu pula, maka berpuasa mempunyai makna yang multi tapsir yang pada intinya pengharapan akan bersatunya kita dengan Yesus yang terjadi pada waktu kita menerima Sakramen Ekaristi dan bersatunya kita dengan Kristus pada kedatangan-Nya yang kedua pada akhir jaman yang akan datang.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa tentang ‘penjelasan Yesus tentang berpuasa’, Tuhan memberkati.-***

One thought on “Penjelasan Yesus tentang berpuasa.”

Tinggalkan Balasan