translation services

[su_dropcap style=”light” size=”5″]S[/su_dropcap]etelah memanggil para murid-Nya, suatu saat Ia memasuki rumah ibadat dan mulai pengajaran-Nya. Namun demikian Ia tidak hanya mengajar tetapi diserta dengan membuat mukjizat penyembuhan. Dalam kesempatan ini, Ia menyembuhkan seorang yang kerasukan roh jahat. Yesus melakukan mukjizat untuk menunjukkan pribadi kuasa Allah yang tengah hadir di tengah umat-Nya. Bahkan orang yang kerasukan roh jahat itu pun berteriak:[su_heading size=”20″ align=”left” margin=”30″]” Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazareth? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, yakni yang Kudus dari Allah”.[/su_heading] Tapi Yesus menghardiknya, kata-Nya:”Diam, keluarlah dari [adanya”. Apa yang terjadi? Roh jahat itu keluar sambil mengguncang-guncang tubuh orang itu. Tentu saja peristiwa ini menjadikan ‘geger’ untuk semua yang hadir pada kesempatan itu. Mereka takjub akan ajaran Yesus yang penuh kuasa itu. Mereka yang berkata sambil berkomentar:[su_box radius=”4″]” Apa ini?Suatu ajaran baru? Guru ini berkata-kata dengan kuasa, bahkan roh jahat pun taat pada-Nya.”[/su_box] Maka tersebarlah kisah Yesus yang mengajar dengan penuh kuasa itu.

Inspirasi dari Injil Markus (Mrk 1:21b-28) antara lain tentang ‘ajaran Yesus penuh kuasa’. Pengakuan orang banyak serta karya Yesus itu mau menegaskan tentang identitas Yesus yang sesungguhnya. Identtitas Yesus adalah tanda kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Mukjizat Yesus itu juga sebagai tanda Yang kudus dari Allah telah hadir di tengah – tengah dunia. Oleh karena itu pula, segala sesuatu yang datang dari Allah adalah kudus, karena hanya Allahlah yang kudus.

Di samping itu, kata-kata yang disampaikan oleh Iblis tentang Yesus adalah sebuah pemakluman tentang identitas Yesus sebagai Yang kudus dari Allah.

Ajaran Yesus yang penuh kuasa itu juga menimbulkan perdebatan di antara pendengarnya. Sebagai pribadi yang mengajar penuh kuasa, tetapi tidak sedikit yang nyinyir tentang ajaran Yesus itu. Tetapi semuanya harus digenapi sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci.

Ajaran Yesus yang penuh kuasa ini memang banyak menimbulkan perdebatan di antara kita. Karena Yesus itu yang kudus dari Allah, maka dunia pasti membenci-Nya, karena ajaran Yesus tidak sejalan dengan kemauan mereka.

Oleh karena itu, sebagai pengikut Kristus, dan kita telah menerima Dia melalui pembaptisan, maka kita seharusnya mengikuti ajaran Yesus, sebagai Yang kudus dari Allah.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘ajaran Yesus yang penuh kuasa’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan