Siapakah gerangan Orang ini?

ertanyaan banyak orang termasuk para murid Yesus:” Siapakah Gerangan orang ini?”. Pertanyaan banyak orang tidak hanya terjadi pada waktu itu, sekarang dan bahkan yang akan datang. Yesus telah berhari-hari berkumpul dengan banyak orang termasuk pada murid-Nya. Apakah mereka sudah memahami dengan benar siapakah gerangan Yesus itu? Para murid yang hidupnya

Melaksanakan kehendak Allah.

ari ini Injil Markus (Mrk 3:31-35) mengisahkan tentang pencaharian Yesus oleh Bunda Maria dan saudara-saudaranya. Karena pada waktu itu Yesus tengah mengajar di depan orang banyak, ada yang memberikan informasi bahwa ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya tengah mencari Yesus dengan mengatakan:” Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau?”.Bagaimana

Mewartakan Injil.

njil Markus (Mrk 16:15-18) hari ini mengisahkan tentang penampakan Yesus setelah bangkit dari antara orang mati dan menampakkan diri kepada 11 para mudi-Nya dengan berkata:” Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum” Mewartakan Injil bermakna

Roh-roh jahat melihat Yesus berjatuhan.

etelah bekerja seharian suntuk dan menyembuhkan banyak orang, Yesus bersama murid-murid-Nya menyingkir ke daerah danau Galilea. Namun demikian ada begitu banyak orang berbondong-bondong dari bermacam daerah untuk mencari Yesus baik ingin mendengarkan ajaran-Nya atau pun mohon kesembuhan atas bermacam-macam penyakit. Karena ada begitu banyak orang, Yesus pun meminta disediakan perahu

Menyelamatkan atau membunuh nyawa!

onflik antara Yesus dan orang Farisi terus berlanjut. Hari Sabat yang dianggap sebagai hari suci dianggap telah dilanggar oleh Yesus. Pelanggaran itu disengaja oleh Yesus karena seperti dikatakan bahwa “Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat” (Mrk 2:28). Injil Markus (Mrk 3:1-6) hari ini kembali Yesus membuat mukjizat dengan

Penjelasan Yesus tentang berpuasa.

njil Markus (Mrk 2:18-22) mengisahkan tentang ‘penjelasan Yesus mengenai berpuasa’. Hari ini Injil Markus mengisahkan tentang konflik mengenai hal berpuasa antara murid Yohanes Pembaptis dan orang Farisi dan murid Yesus yang tidak berpuasa. Menjawab pertanyaan orang Farisi tentang puasa Yesus menjelaskan sbb:” Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu

Yesus tergerak oleh belaskasih.

njil Markus (Mrk 1:40-45) mengisahkan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang kusta. Sambil berlutut di hadapan Yesus, si kusta mohon bantuan Yesus, katanya:” Kalau Engkau mau, Engkau dapat menahirkan aku”, Maka tergeraklah hati Yesus oleh belaskasih, lalu mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya:. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta itu

Yesus berdoa.

ikisahkan, pagi-pagi benar, waktu masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat sunyi dan berdoa di sana. Pertanyannya, mengapa Yesus berdoa? Perlukah Ia berdoa? Bukankah seharusnya Ia mendengarkan dan mengabulkan doa kita? Apa maksudnya Yesus berdoa? Ini sebuah pertanyaan yang menggelitik, mengapa Tuhan masih berdoa pula.

Ajaran Yesus yang penuh kuasa.

etelah memanggil para murid-Nya, suatu saat Ia memasuki rumah ibadat dan mulai pengajaran-Nya. Namun demikian Ia tidak hanya mengajar tetapi diserta dengan membuat mukjizat penyembuhan. Dalam kesempatan ini, Ia menyembuhkan seorang yang kerasukan roh jahat. Yesus melakukan mukjizat untuk menunjukkan pribadi kuasa Allah yang tengah hadir di tengah umat-Nya. Bahkan

Pewartaan Yesus

etelah Yesus dibaptis Yohanes yang dikenal sebagai pesta pembaptisan TUhan, maka sejak itulah Yesus memunculkan diri-Nya di tengah masyarakat. Ia mewartakan dengan mengatakan: Pewartaan Yesus itu harus dimaknai bahwa Allah sudah di dunia di tengah-tengah umat manusia. Ia berharap agar kehadiran-Nya di dunia diterima dan diikuti oleh banyak orang. Sekarang

Hari Raya Pembaptisan Tuhan.

ereja hari Minggu ini merayakan pesta pembaptisan Tuhan. Apa sih makna pembaptisan bagi kita sebagai orang beriman. Dikatakan bahwa pembaptisan Yohanes dengan air, sementara pembaptisan Yesus dengan Roh Kudus dan Api. Yesus dipermandikan Yohanes seperti banyak orang lainnya. Demikian pula Yesus sebagai dari masyarakat Yahudi mempersilahkan diri-Nya dibaptis, sama seperti

Kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Mesias.

ari ini, Injil Yohanes (Yoh. 3:22-30) mengisahkan tentang kesaksian Yohanes (Pembaptis) tentang Mesias. Suatu ketika terjadilah perdebatan di antara murid Yohanes dengan orang Yahudi tentang penyucian. Dalam perdebatan itu terungkap bahwa selain Yohanes yang membaptis, tetapi Yesus juga mempabtis. Karena keduanya melakukan pembaptisan terhadap pengikutnya, kalau demikian yang mana yang

Yesus menyembuhkan orang kusta.

njil Lukas (Luk 5:12-16) hari ini mengisahkan tentang ‘Yesus menyembuhkan orang kusta’. Pada zaman Yesus, orang-orang kusta sangat diasingkan dari masyarakat. Mereka ini dianggap sebuah ancaman terhadap masyarakat. Dalam kesempatan ini, Yesus menunjukkan kemampuan-Nya untuk mendobrak larangan-larangan sosial guna membantu orang-orang yang disingkirkan ini. “Kusta” adalah suatu istilah untuk menyebut

Semua orang membenarkan-Nya.

isah Injil Lukas (Luk 4:14-22a) menceriterakan tentang Yesus yang mengajar di rumah-rumah ibadat, dan semua orang memuji Dia. Ketika Ia hendak mengajar, diberikan-Nya Kitab Suci. Dibukanya Kitab Nabi Yesaya yang berbunyi: Kemudian Yesus menutup kitab itu, mengembalikan kepada pejabat, kemudian Ia duduk dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu

Semangat berbagi.

Dalam Injil Markus 6:34-44, Yesus menantang para murid-Nya untuk memberi makan orang banyak dengan mengatakan:” Kamu yang harus memberi makan”. Bagaimana respons para murid tentang hal ini? Tentu Yesus mengetahui hati dan pikiran para murid-Nya. Dari pada berlama-lama, Yesus pun bertanya kepada murid-Nya:” Berapa banyak roti yang ada padamu! Cobalah

Kerajaan Surga sudah dekat.

abda Yesus :” Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat”, merupakan ajakan Yesus yang sangat populer. Sepanjang tahun entah berapa kali mendengar Sabda Yesus itu. Karena sudah terbiasa, maka Sabda Yesus terkadang terasa hambar, kita sudah kehilangan esensinya? Atau sebaliknya kita menggalinya lebih dalam arti makna Sabda Yesus itu? Banyak orang