translation services

[su_dropcap style=”light” size=”5″]B[/su_dropcap]acaan Injil hari ini berisi tentang penjelasan Yesus kepada murid-Nya perihal Yohanes Pembaptis. Yohanes yang hidup di padang gurun adalah orang yang sederhana, namun demikian dia itu seorang nabi besar. Yohanes adalah nabi Allah yang diutus untuk mendahului guna mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan.

Perayaan Natal tinggal beberapa hari lagi. Untuk itu kita diminta untuk mengarahkan hati kita kepada Tuhan dengan mempersiapkan hati dan pikiran serta tindakan kita. Selain itu, kita juga diminta untuk membuka lebar-lebar telinga untuk mendengarkan Sabda Tuhan. Yohanes telah menyerukan pertobatan dengan membuka telinga untuk menangkap Sabda Tuhan sebagai sumber inspirasi.

Perayaan Natal yang akan kita sambut adalah pesta kelahiran Yesus Kristus, Mesias itu sudah dinubuatkan oleh para nabi. Dia adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia melalui seorang perawan bernama Maria. Dia tidak hanya menjadi penyelamat umat-Nya Israel, tetapi juga seluruh umat manusia. Nabi Yesaya hari ini juga mengatakan:[su_heading size=”28″ align=”left” margin=”50″]” Aku ini Tuhan Allahmu. Aku memegang tangan kananmu “Janganlah takut. Akulah yang menolong engkau”.[/su_heading] Dengan kata lain, Tuhan adalah jaminan serta kekuatan hidup kita.

Di dalam situasi apa pun, kalau kita berserah maka Tuhan akan datang menolong kita. Kehadiran Yohanes sebagai Elia baru adalah untuk mempersiapakn jalan bagi Mesias, Yesus Kristus, Juru Selamat kita.

Tapi siapa sangka Allah yang mahakudus dan mahakuasa itu mau merendahkan diri dalam rupa manusia yang kecil. Bukankah seharusnya Ia datang dan lahir dalam kemahakuasan-NYa. Mengapa demikian? Oleh kehadiran-Nya sangat sederhana, maka banyak orang meremehkan-Nya dan tidak peduli kepada-Nya.

Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis adalah saksi hidup atas kelahiran Mesias, Yesus Kristus. Ia telah mempersiapkan jalan bagi Tuhan agar manusia mau bertobat, sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Kata-kata Yesus ‘barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar’. Dengan sabda-Nya itu Yesus mau menyampaikan bahwa kita dikaruniai dua telinga dengan maksud agar kita lebih banyak mendengarkan kebaikan dan kasih Tuhan. Itulah peran Yohanes melalui Injil Matius (Mat 11:11-15) hari ini.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini tentang ‘Yohanes memerpsiapkan jalan bagi Tuhan’, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan