(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Ajaran emas tentang mengasihi musuh.

Posted at 10 September, 2015 by Justinus on category Renungan
translation services Kalau kita perhatikan terkadang ajaran Yesus ini aneh, dan barangkali sangat menyimpang dari adat kebiasaan orang dunia. Dunia selau mengajarkan untuk membenci musuh dan bahkan menghabisinya, tetapi justru Yesus mengajarkan kepada dunia untuk mengasihi musuh. Barangkali suatu ajaran yang bertolakbelakang dengan ajaran dan ajakan dunia.

Melalui bacaan Injil Lukas (Luk 6:27-38) hari ini, Yesus memberikan pokok ajaran emas untuk para musuhnya. Ajaran emas mengenai menasihi musuh itu antara lain: ‘Kasihilah musuhmu. Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian. Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kalian. Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian. Bila orang menampar pipimu yang satu, berikanlah pipimu yang lain. Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan jangan meminta kembali dari orang yang mengambil kepunyaanmu…! Inilah beberapa kutipan ajaran emas Yesus tentang musuh-musuh.

Apa yang disampaikan oleh Yesus di atas merupakan bagian dari hukum kasih. Hukum kasih merupakan hukum yang utama dan pertama, karena pada dasarnya hukum itu tidak bertentangan dengan hukum manapun. ‘Mengasihi musuh’ merupakan suatu ajaran emas, yang barangkali sulit diterima oleh dunia. Mengasihi, berbuat baik, mintalah berkat bagi para musuh tidak mudah diterima oleh dunia. Karena dunia pada dasarnya lebih suka kejahatan itu dibalas dengan kejahatan. Itulah bedanya antara ajaran dunia dengan ajaran Yesus yang bersifat Ilahi. Itulah ‘ajaran emas’ yang harus disebarluaskan supaya di dunia ini juga terdapat damai sejahtera dan kebenaran sebagi terang bagi semua orang yang berkehendak baik. Kalau setiap kejahatan dibalas dengan kejahatan, apa jadinya dunia, Selalu kacau, tidak ada damai sejahtera, pada hal setiap orang berusaha hidup baik. Tapi kalau moto hidupnya, kejahatan harus dibalas kejahatan, maka di dunia tidak kedamaian baik secara jasmani mau pun rohani.

Ajaran emas Yesus tentang ‘mengasihi musuh’ seharusnya menjadi momen dan sumber terang Ilahi untuk berbuat baik kepada semua orang termasuk para pembenci kita.

Ada begitu banyak ‘ajaran emas’ yang disampaikan kepada dunia, namun demikian ajaran itu tidak mudah diterima oleh dunia. Ajaran emas ini tentu saja untuk membedakan dengan ajaran dunia tentang kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. Mengasihi musuh adalah ajaran emas yang serharusnya dipraktekkan oleh para pengikut-Nya karena ajaran ini selain sebagai ajaran emas, tetpai merupakan hukum yang utama dan pertama.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1