Kenajisan hidup!!!

njil Markus 7:1-8,14-15,21-23 hari Minggu ini mengajarkan kepada kita tentang makna ‘najis” sebagaimana sering kita dengar dari omongan banyak orang. Tapi ternyata ‘kenajisan’ yang diajarkan Yesus berbeda dengan kenajisan sebagaimana banyak orang dengar dan bahkan praktekkan. Menurut Yesus yang menajiskaan itu bukan yang masuk ke dalam mulut, tetapi yang keluar

Yohanes: Pejuang kebenaran.

ari ini Gereja memperingati wafatnya Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis menjadi martir karena membela kebenaran. Sewaktu masih hidup, Yohanes sempat menegur raja Herodes di muka umum yang memperisteri Herodian, isteri saudaranya. Teguran keras Yohanes terhadap raja Herodes itu menjadikan luka batin Herodes dan berusaha membunuhnya, apalagi dia seorang raja. Rasa sakit

Kemunafikan hidup.

Melalui Injil Matius (Mat 23:23-26), Yesus sangat mengecam perilaku kemunafikan hidup. Kekesalan Yesus itu disampaikan di hadapan para murid-Nya dan orang banyak. Ucapan keras Yesus dengan kata-kata:” Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab seperpuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi

Roh Yang Menghidupkan

Dalam Injil Yohanes (Yoh 6:60-69) hari Minggu ini, Yesus mengajar para murid-Nya, namun tidak sedikit yang meninggalkan-Nya. Menurut mereka, katanya:”Perkataan-Mu sangat keras. Siapakah yang sanggup mendengarkan-Nya?”. Kemudian Yesus menjawab:” Adakah perkataan itu mengguncangkan imanmu?”. Kemudian Yesus berkata kepada mereka:” Lalu bagaimana kalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di

Kepemimpinan yang melayani.

Melalui Injil Matius 23:1-12 hari ini, Yesus menngajarkan tentang ‘kepemimpinan yang melayani”. Maksudnya apa? Injil Matius hari ini mengisahkan bagaimana para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang telah menduduki kursi Musa. Oleh karena itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kalian turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena

Undangan Perjamuan Kerajaan Surga.

Injil Matius (Mat 22:1-12) hari ini mengisahkan tentang ‘undangan perjamuan Kerajaan Surga’. Dalam Injil hari ini Yesus memberikan perumpamaan tentang bagaimana seorang raja yang hendak mengadakan perjamuan kawin. Maka disebarlah undangan. Mula-mula disebarkan kepada orang-orang tertentu, tetapi orang-orang ini menolak undangan ini, maka disebarlah undangan itu kepada semua orang. Ketika

Kemurahan hati Allah.

njil Matius (Mat 20:1-6a) hari ini mengajarkan tentang ‘kemurahan hati Allah’. Bagaimana kemurahan hati Allah itu digambarkan dalam Injil hari ini. Yesus melalui Injil Matius hari ini mengajarkan hal Kerajaan Surga seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai

Bunda Maria diangkat ke surga.

Hari Minggu ini Gereja merayakan pesta Bunda Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. Injil Lukas (Luk 1:39-56) hari Minggu ini mengisahkan tentang Bunda Maria yang mengunjungi Elisabeth saudarinya di wilayah Yudea. Ketika Elisabeth mendengar salam Maria, berkatalah Elisabeth:”Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah

Anak-anak dan Kerajaan Surga.

Injil Matius 19:13-15 hari ini mengisahkan bagaimana Yesus membiarkan anak-anak datang kepada-Nya. Pada mulanya anak-anak itu dihalang-halangi oleh para murid-Nya mendekati Yesus. Tapi Yesus melarangnya dan berkata:”Biarkan anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga”. Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka. Inspirasi dari bacaan

Hidup perkawinan dan perceraian.

Injil Matius (Mat 19:3-12) hari ini antara lain mengajarkan tentang hidup perkawinan dan perceraian. Dalam Injil Matius hari ini orang-orang Farisi mencobai Yesus tentang hiudp perkawinan dan perceraian. Mereka bertanya:”Apakah diperbolehkan orang menceraikan iserinya dengan alasan apa pun?” Dan bagaimana jawaban Yesus? Ia mengatakan:”Tidakkah kalian baca bahwa Ia menciptakan manusia,

Pengampunan tanpa batas.

Injil Matius (Mat 18:21-19:1) hari ini berbicara tentang ‘pengampunan tanpa batas’. Bagaimanakah pengampunan tanpa batas itu? Inilah sedikit kisahnya. Ketika Petrus datang kepada Yesus dan bertanya:”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kalikah?”. Yesus menjawab:” Bukan hanya sampai tujuhkali, melainkan sampai tujuh

Terkabulnya doa permohonan.

Injil Matius (Mat 18;15-20) hari ini antara lain tentang nasihat Yesus bagi dia yang berdosa. Dalam nasihat-Nya Yesus bersabda:”Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah 4 mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatkan kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan

Pertobatan dan kerendahan hati.

Injil Matius (Mat 18:1-5,10,12-14) hari ini antara lain tentang ‘pertobatan dan kerendahan hati’. Pertobatan dan kerendahan hati ‘ ini tercermin dari ajaran Yesus mengenai ‘Kerajaan Surga’.Bahwa kedudukan yang paling utama di dalam Kerajaan Surga akan ditempati oleh anak-anak kecil, karena anak-anak ini menempati kedudukan yang paling tinggi di dalam Kerajaan

Santapan rohani.

Injil Yohanes 6:41-51 hari Minggu ini mengisahkan tentang ketidaksenangan orang-orang Yahudi kepada Yesus karena Yesus mengatakan:”Akulah roti yang turun dari surga”. Kemudian kata mereka:”Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang bapa ibu-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata:” Aku telah turun dari surga?” Inspirasi apa yang dapat kita ambil dari

Doa dan puasa.

Injil Matius 17:14-20 hari ini antara lain mengisahkan tentang ketidakmampuan para murid untuk mengusir roh jahat. Tetapi ketika dibawa ke Yesus, anak itu langsung sembuh. Yesus sempat mengeluh karena para murid-Nya masih lemah imannya. Ketika mereka berbicara dengan Yesus tentang anak yang kerasukan roh jahat itu gagal diusirnya, Ia menjelaskan

Ajakan untuk memanggul salib.

Injil Matius 16:24-28 hari ini mengisahkan Yesus mengajar para murid-Nya tentang ‘memanggul salib’, menyangkal diri dan mengikuti Dia. Yesus juga mengatakan:”Barangsiapa mempertahankan nyawanya akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangn nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya”. Apa makna ini semua? Peziarahan hidup manusia tidak selamanya mulus dan menyenangkan. Pengalaman pahit dan

Mencicipi Kemuliaan Tuhan.

Hari ini Gereja merayakan kemuliaan Tuhan, di mana Petrus, Yohanes dan Yakobus menjadi saksinya. Injil Markus (Mrk 9:2-10)mengisahkan tentang suatu peristiwa yang luar biasa yakni ‘transfigurasi’ (berganti rupa). Dalam kisah ini, Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke sebuah bukit bersama-Nya. Ketiga murid ini pernah diajak Yesus sewaktu membangkitkan

Usaha yang pantang menyerah.

Injil Matius 15:21-28 hari ini mengisahkan tentang seorang wanita Kanaan yang datang kepada Yesus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang kerasukan setan. Namun Yesus seolah tidak bereaksi, bahkan para murid-Nya menyuruhnya pergi saja. Namun wanita itu pantang menyerah. Ia terus mengikuti Yesus dan berseru dengan suara keras. Ketika itu terjadi dialog

Yesus berjalan di atas air.

Injil Matius (Mat 14:22-36) mengisahkan tentang ‘ Yesus berjalan di atas air’. Kisah ini bermula ketika Yesus segera menyuruh para murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Ketika semua orang pergi, Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang

Penyelenggaraan Tuhan.

Injil Matius (Mat 14:13-21) hari ini mengisahkan ‘penyelenggaran Tuhan’ dengan penggandaan lima roti dan dua ikan untuk para pendengarnya sejumlah 5 ribu orang laki-laki tidak termasuk ibu-ibu dan anak-anak. Dari kisah ini, ada pengalaman iman yang menarik. Pertama, ‘awalilah dengan apa yang ada’. Yesus memulai dengan apa yang ada dan