translation services

Injil Matius (Mat 13:31-35) hari ini mengisahkan tentang ‘perkembangan iman’ terhadap Kerajaan Surga. Yesus memberikan perumpamaan tentang perkembangan iman terhadap Kerajaan Surga seumpama biji sesawi dan ragi. Kita tahu bahwa bijih sesawi adalah tanaman yang dianggap paling kecil, sementara ragi hanya bahan yangsedikit, namun keduanya sangat berguna. Biji sesawi walau kecil apabila diperlihara dengan baik, akan menjadi pohon yang besar sehingga burungpun dapat bersarang di tempat itu. Demikian pula ragi yang sedikit pun dapat menjadi pemersatu sehingga menguatkan semuanya untuk menjadi roti atau produk lainnya.

Inspirasi dari bacaan Injil Matius hari ini antara lain tentang ‘perkembangan iman’ terhadap Kerajaan Surga. Iman yang kecil dapat bertumbuh dan berkembang menjadi besar dan menghasilkan buah kebaikan tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Apa sih itu Kerajaan Surga? Apakah mungkin kita membangun Kerajaan Surga di dunia? Jawabnya:”Dapat?”. Bagaimana caranya? Mari kita mendengarkan nasehat Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, katanya:” Kerajaan Surga itu bukan soal makan dan minum, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam terang Roh Kudus” (Roma 14:17). Dengan kata lain, Kerajaan Surga itu berfokus kepada kebenaran, dan damai sejahtera serta sukacita. Seseorang yang hidupnya benar dan orang itu hidupnya baik, seharusnya orang itu mengalami akan damai sukacita. Sebaliknya orang tidak baik dan hidupnya tidak benar, maka ia juga dijauhkan dari perasaan damai sejahtera.

Nah, kalau orang itu mau hidup benar harus melalui jalan yang benar juga, maka jalan itu hanya dapat ditempuh melalui Yesus senddiri, karena Yesus mengatakan: “Akulah jalan, kebenaran dan hidup “. (Yoh 6:14).

Tentang ‘perkembangan iman ‘terhadap Kerajaan Surga yang bermula kecil dan kemudian tumbuh dan berkembang menjadi iman yang besar, karena semuanya terus dipelihara, dan dipupuk dengan baik. Bagaimana memelihara (mumupuk) iman itu dengan baik. Bunda Maria dari Medjugorje mengatakan bahwa iman yang kecil akan tumbuh menjadi pohon yang besar apabila kita banyak ‘berdoa, membaca Kitab Suci (Firman), hidup bermati raga, rekonsiliasi (pengakuan dosa), serta Ekaristi’. Kelimanya itu merupakan syarat agar iman kita bertumbuh dan berkembang. Apakah kita bisa melakukannya? Pasti!!!

Demikianlah refleksi Kuasa Doa pagi ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan