translation services

Hari Minggu ini, Injil Yohanes mengisahkan tentang mukjizat 5 roti dan dua ikan. Banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus dan ingin mendengarkan ajaran-Nya. Waktu itu Filipus ditanyai oleh Yesus:”Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”. Hal ini dilakukan untuk mencobai Filipus, sebab ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya:” Roti seharga dua ratus dinar pun tidak cukup untuk mereka ini, sekalipun mereka mendapat sepotong kecil”. Waktu itu ada seorang anak kecil yang membawa 5 roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya untuk orng sebanyak itu, apakah cukup. Lalu Yesus meminta kepada para murid-Nya agar mereka duduk. Yesus mengambil roti, mengucap syukur dan membagi-bagikan kepada mereka. Demikian pula dengan 2 ikan. Mereka mendapat roti dan ikan dengan kenyang, bahkan masih tersisa 12 bakul.

Apa inspirasi dari Injil Yohanes hari Minggu ini? Apa yang diwartakan dalam Injil Yohanes ini antara tentang “roti kehidupan”. Ketika Yesus mengambil roti, kemudian dia menengadah ke langit, ia mengucap syukur dan membagikannya. Kata Ekaristi yang sering kita ucapkan itu berasal dari bahasa Yunani ‘eucharisteo’ yang artinya bersyukur. Oleh karena itu, perayaan Ekaristi artinya perayaan syukur atas penyelenggaraan-Nya terhadap seluruh kehidupan kita.

Tanda mukjizat tadi menggambarkan Yesus sebagai roti kehidupan. Bahkan Yesus sendiri mengatakan:” Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi; dang barangsiapa percaya kepada-Ku, tidak haus lagi” Dari ungkapan ini, Yesus menekankan tentang ‘percaya’. Artinya ‘Yesus sebagai roti dari surga diterima dan disantap melalui iman. Inilah santapan iman. Yesus tidak hanya memberi makanan jasmani, tetapi juga santapan iman, yang memberi makan kepada semua orang yang percaya.

Roti kehidupan sebagai tema di atas mengingatkan bahwa roti adalah makanan utama bagi banyak orang yang sangat dibutuhkan oleh jasmani kita. Namun demikian, Yesus tidak hanya memberi makanan jasmani, tetapi juga santapan rohani bagi yang percaya. Yesus telah memberikan diri_Nya sebagai ‘roti kehidupan’, harus dimaknai secara spiritual. Hanya melalui Dialah, kita akan kenyang dan tidak haus secara spiritual.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan