Yesus memiliki hikmat Ilahi.

Bacaan Injil Matius (Mat 13:54-58) hari ini berkaitan dengan perayaan pesta St. Ignatius dari Loyola. Waktu itu pulang ke kampungnya, Yesus sempat mengajar di rumah ibadah. Banyak orang yang mendengar sangat takjub akan ajaran-Nya dan mereka berkata:” Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu? Bukankah Dia itu Anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya

Kerajaan Surga ibarat pukat.

Bacaan Injil Matius (Mat 13:47-53) hari ini mengisahkan Yesus yang mengajar orang banyak. Dalam ajaran_Nya, Yesus memberikan prumpamaan tentang Kerajaan Surga seumpama pukat yang dilabuhkan ke laut dan mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik ke pantai, dan dipilihnya ikan-ikan itu. Ikan yang baik dikumpulkan pada pasu, sementara

Mencari Kerajaan Surga.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santa Marta, saudari Maria dan Lazarus. Maka bacaan Injilnya dikaitkan dengan pesta St. Marta itu, di mana Marta waktu itu menegur Yesus agar Maria, saudarinya membantu melayani tamu-tamu yang hadir. Tapi sikap Marta yang sibuk dengan segala perkara itu, malah ditegur oleh Yesus yabng mengatakan:”

Yesus -Penabur benih yang baik.

Injil Matius (Mat 13:36-43) hari ini mengisahkan tentang arti perumpamaan mengenai Yesus sebagai penabur benih yang baik. Ketika para murid mohon penjelasan tentang arti perumpamaan gandum dan lalang, Yesus menjelaskan bahwa penabur itu adalah Anak Manusia (Yesus). Benih lalang adalah anak-anak yang jahat. Sedangkan gandum sebagai benih yang baik adalah

Roti kehidupan.

Hari Minggu ini, Injil Yohanes mengisahkan tentang mukjizat 5 roti dan dua ikan. Banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus dan ingin mendengarkan ajaran-Nya. Waktu itu Filipus ditanyai oleh Yesus:”Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?”. Hal ini dilakukan untuk mencobai Filipus, sebab ia sendiri tahu apa yang

Benih ajaran Yesus.

Injil Matius (Mat 13:18-23) hari ini mengisahkan tentang benih ajaran Yesus yang disampaikan dan diterima oleh banyak orang. Menurut-Nya, benih itu ada yang jatuh di tepi jalan, ada yang jatuh di bebatuan, ada yang jatuh di semak berduri, dan yang jatuh di tanah di subur. Yesus telah menabur benih ajaran

Yesus mengajar dengan perumpamaan.

Injil Matius 13:10-17 hari ini mengisahkan tentang Yesus mengajar orang Yahudi dengan perumpamaan, tidak secara terus terang atau jelas. Para murid menanyakan alasannya. Yesus pun menjelaskan bahwa dengan perumpamaan, orang Yahudi sekalipun melihat, mereka tidak melihat, sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Mengapa hal itu dilakukan oleh Yesus?

Berjumpa dengan Tuhan .

Injil Yohanes 20:1,11-18 hari ini mengisahkan Maria Magdalena yang berjumpa dengan Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Setelah Yesus menderita sengsara, wafat dan dimakamkan, pada hari ketiga Ia bangkit di antara orang mati. Orang yang pertama-tama datang ke makam adalah Maria Magdalena, seorang yang penuh dosa. Namun setelah bertemu Yesus dan mengalami

Keluarga sejati Yesus

Injil Matius (Mat 12:46-50) hari ini mengisahkan tentang Yesus yang berbicara dengan orang banyak yang antara lain mengatakan:” Inilah ibu-Ku, inilah saudara-saudara-Ku!Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku, dialah sudara-Ku, dialah ibu-Ku“. Kata-kata Yesus ini menjawab pertanyaan orang yang mengatakan:” Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu di liar

Bagaimanakah Menjadi Gembala?

Injil Markus (Mrk 6:30-34) hari Minggu ini mengisahkan tentang perutusan para murid-Nya. Setelah menunaikan peturutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan melaporkan segala tugas perutusannya. Kemudian Yesus berkata kepada mereka:”Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahat sejenak”. Namun demikian ada begitu banyak yang menantikan Yesus.

Yesus adalah harapan.

Injil Matius 12:14-21 hari ini mengisahkan tentang persekongkolan orang Yahudi yang hendak membunuh Yesus. Yesus pun tahu, maka Yesus menyingkir dari tempat itu, dan pergi ke tempat lain dengan misi yang sama yakni mewartakan Injil dan menyembuhkan mereka yang sakit. Ia pun dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya

Undangan Yesus

Injil Matius (Mat 11:28-30) hari ini merupakan undangan Yesus agar kita datang kepada-Nya. Yesus mengatakan:” Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan.

Ucapan Syukur.

Injil Matius (Mat 11:25-27) hari ini mengisahkan bagaimana Yesus mengajarkan keteladanan dalam hal bersyukur. Yesus mengatakan:” Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh

Memikul salib.

Injil Matius (Mat 10:34-11:1) hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengajar para murid-Nya. Fokus yang akan kita renungankan hari ini antara lain tentang makna ‘memikul salib’. Salah satu ayat dari bacaan Injil Matius hari ini antara lain ‘barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku’. Maknna salib

Perutusan para murid Yesus

Injil Markus (Mrk 6:7-13) hari Minggu ini mengisahkan tentang tugas perutusan para murid Yesus guna mewartakan Kerajaan Surga. Dalam tugas perutusan itu Yesus memberikan persyaratan tertentu agar mereka lebih fokuis dalam tugas mereka. Peryaratan itu antara lain tidak membawa apa-apa, kecuali tongkat. Tidak boleh membawa roti, bekal apa pun termasuk

Yesus: “Jangan Takut”.

Injil Matius (Mat 10:24-33) hari ini Yesus antara lain berpesan kepada murid-Nya untuk ” tidak takut”. Kata-kata Yesus itu antara lain:” Jangan takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui”. Inspirasi dai bacaan Injil Matius

Kebencian karena Nama Yesus.

Injil Matius (Mat 10:16-23) hari ini mengisahkan tentang Yesus yang memberi wejangan kepada para murid-Nya dalam tugas perutusannya. Dalam ajaran-Nya Yesus mengatakan bahwa mereka diutus seperti seekor domba ke tengah serigala. Oleh karena itu mereka harus cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati. Dalam wejangan Yesus kepada para murid-Nya seolah

Percaya akan penyelenggaraan Ilahi.

Injil Matius (Mat 10:7-15) hari ini mengisahkan tentang Yesus yang memerintahkan kepada para murid-Nya untuk pergi dan mewartakan Kerajaan Allah yang sudah dekat. Mereka diminta untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, metahirkan orang kusta, dan mengusir setan-setan. Kuasa ini telah diberikan kepada mereka dengan cuma-cuma, oleh karena itu mereka

Tugas perutusan para rasul.

Hari ini Injil Matius mengisahkan tugas perutusan para rasul-Nya. Ia telah memilih kedua belas rasul-Nya sebagai mitra kerja-Nya. Tak mungkin Ia bekerja sendiri, Ia membutuhkan mitra (partner) dalam mewartakan Kerajaan Allah (Surga). Dalam menjalankan tugas-Nya, Yesus memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit serta segala

Kuasa Yesus atas kebisuan

Injil Matius (Mat 9:32-38) hari ini antara lain mengisahkan tentang kuasa Yesus atas kebisuan. Dalam Injil Matius dikisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan seorang bisu karena kerasukan setan. Kuasa Yesus atas kebisuan itu menyebabkan orang itu berbicara. Ketika ia dapat berbicara, maka banyak orang terheran-heran sambil mengatakan:” Hal semacam ini belum

Iman yang menyembuhkan.

Injil Matius 9:18-26 hari ini mengisahkan dua peristiwa penting yakni tentang Yesus yang membangkitkan anak perempuan kepala rumah ibadat, dan penyembuhan seorang wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun. Kedua orang itu mengalami damai sejahtera karena anak yang mati hidup, dan yang sakit pendarahan juga mengalami kesembuhan seketika. Kehadiran Yesus

Penolakan Yesus karena asal-usulnya.

Injil Markus (Mrk 6:1-6) hari Minggu ini mengisahkan ‘penolakan Yesus’ di Nazareth, kampung-Nya sendiri. Banyak orang mempertanyakan kemampuan Yesus mengajar, kemampuan Yesus membuat mukjizat, dari mana Ia memperoleh hikmah itu? Kemudian mereka bertanya bukankah Ia hanya seorang anak tukang kayu dari Nazareth, dan ibu-Nya bernama Maria? Oleh karena itu mereka

Yesus pembawa pembaharuan hidup.

Injil Matius (Mat 9:14-17) hari ini bertemakan’Yesus pembawa pembaharuan hidup”. Injil Matius hari ini mengisahkan tentang murid-murid Yohanes yang menyatakan:” Kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa para murid-Mu tidak?”. Jawab yesus kepada mereka:” Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu

Seeing is believing.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Thomas salah seorang murid Yesus yang sering disebut pula Didimus. Pada hari Minggu Paskah, Yesus menampakkan Diri-Nya kepada para murid-Nya. Kebetulan waktu itu Thomas tidak bersama mereka. Mereka mengatakan kepada Thomas:” Kami telah melihat Tuhan”. Tapi Thomas tidak percaya dengan mengatakan:”: Sebelum aku melihat

Kuasa Yesus akan pengampunan dosa.

Injil Matius (Mat 9:1-8) hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengampuni dosa orang lumpuh. Tindakan Yesus menimbulkan perbantahan di antara orang Farisi dan orang banyak yang menyaksikan peristiwa itu. Bagi orang Farisi yang selama ini selalu bersebrangan, maka Yesus dianggap ‘menghujat Allah’. Mengapa? Pengampunan itu hanyalah ‘hak Allah, sehingga tindakan

Dialog Yesus dan iblis.

Dalam Injil Matius 8:28-34 dikisahkan tentang dialog Yesus dan iblis (roh jahat) yang terjadi di daerah orang Gadara. Waktu itu ada dua orang kerasukan setan datang dari arah pekuburan. Mereka datang kepada Yesus untuk dibebaskan dari kuasa jahat ini. Keadaan ini membuat takut banyak orang sehingga tak seorang pun berani