(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kejujuran perilaku.

Posted at 13 Juni, 2015 by Justinus on category Renungan
translation services

Hari ini Gereja merayakan Pesta ‘Hati Tersuci Santa Perawan Maria’, sementara kemarin Gereja merayakan ‘Hati Yesus yang mahakudus’. Injil Matius (Mat 5:33-37) hari ini mengisahkan pengajaran Yesus tentang ‘kejujuran perilaku’. Dalam kaitan ini, Yesus mengajarkan kepada kita semua untuk berperilaku jujur. Yesus melarang orang bersumpah. Jika ‘ya’ katakan ‘ya’, dan jika ‘tidak’, katakan ‘tidak’. Apa yang lebih dari itu, berasal dari si jahat.

Maria adalah contoh yang menjalankan perintah Yesus itu. Ia adalah ibu dan guru segala kejujuran. Maria memiliki hati yang polos dan tulus hatinya.

Bunda Maria mempunyai hati yang suci karena ia jujur, polos dan tulus. Ia hidup sederhana sebagai wanita dari Nazareth. Ia telah menjalankan kehendak Allah dengan tidak bersungut-sungut. Ia sangat taat pada Allah. “Fiat voluntas tua’, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu. Maria menyatakan ‘ya’ pada kehendak Allah.

Kejujuran saat ini makin langka, agaknya sudah hilang dari kehidupan masyarakat kita. Korupsi terjadi di mana-mana, karena orang tidak jujur lagi. Kebohongan merajalela, walau mereka sering mengatakan sumpah. Orang bersumpah di pengadilan, ternyata ia bersumpah palsu. Atau orang berjanji, namun janjinya kosong.

Pesan Yesus hari ini sangat jelas dan tegas, kalau ‘ya’ katakan ‘ya’, kalau tidak katakan tidak.

Bunda Maria adalah teladan kita yang menunjukkan sikap hidup yang jujur dan polos. Mari kita meneladani Bunda Maria yang berhati suci. Kejujuran hidup sebagai pengikut Kristus harus tampil beda dengan orang lain. Kita memiliki contoh-contoh kejujuran hidup melalui para kudus yang telah dipanggil Tuhan. Mereka menjadi orang kudus karena hidupnya jujur dan benar, di mana pada jaman ini makin langka menemukan orang jujur. Kejujuran perilaku orang Kristen harus nyata berbeda dengan yang tidak mengikuti Yesus atau Bunda Maria. Kejujuran perilaku harus nyata dalam hidup kita sebagai pengikut Kristus. Banyak orang bersumpah, tapi nyatanya sumpah palsu. Bersumpah artinya Allah menjadi saksinya. Oleh karena itu sekali lagi Yesus menegaskan bahwa kejujuran perilaku harus nyata dalam hidup ini sebagai bukti bahwa kita adalah murid-murid Yesus yang sejati.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1