translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes 12:44-50 dengan tema:” Terang itu telah datang”. Bacaan Yohanes ini telah mengisahkan Yesus yang berbicara dengan orang Farisi yang percaya kepada-Nya. Untuk itu Yesus menegaskan:” Barang siapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku; da barang siapa melihat Aku, ia melihat Dia yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.Dan jikalau seorang yang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, bukan Aku yang menjadi hakimnya, Sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu Firman yang telah Kukatakan; itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Itulah sedikit penegasan Yesus tentang tugas perutusan-Nya.

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini antara lain bahwa Yesus datang sebagai Sang Terang. Terang membuat seseorang mampu melihat, dan tidak jatuh dalam kegelapan. Terang menjadikan segalanya nyata. Orang yang berjalan dalam terang, ia berani berjalan tanpa hambatan. Namun di balik terang itu ada juga disebut gelap. Banyak orang yang lebih suka mencintai kegelapan. Mengapa? Dalam kegelapan, ia dapat berbuat dosa atau berbuat jahat yang tidak terlihat? Tapi apakah mereka pikir dalam kegelapan dosa itu, Tuhan tidak melihat? Tuhan yang maha melihat dan maha tahu. dapat melihat segalanya tanpa halangan sedikit pun. Orang yang berjalan dalam kegelapan, berarti ia sudah membutakan diri hatinya karena ia telah menolak terang.

Sebagai orang beriman, kita ini adalah anak-anak terang. Hal itu berarti kita menjadi bagian dari kawanan domba Yesus. Tentang terang ini Yesus mengatakan:” Barangsiapa melihat Aku, telah melihat Dia yang mengutus Aku. Aku telah datang sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Kita mengimani yang dimaksud Sang Terang di sini adalah Yesus sendiri. Ia telah datang ke dunia untuk menyelamatkan dunia agar dunia terbebas dari dosa dan maut. Kalau orang melihat terang, ia telah melihat Yesus sendiri. Kalau ia menerima Yesus, ia juga menerima Dia yang mengutus-Nya, karena pada dasarnya Yesus dan Bapa-Nya adalah satu. Sang terang itu telah datang. Apakah kita juga mengimani bahwa Yesus adalah Sang Terang itu?

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan