translation services

Renungan Kuasa Doa hari Minggu ini (walau terlambat karena tugas) diambil dari Injil Yohanes 10:11-18 dengan tema:” Menjadi pelayanan umat”. Yohanes telah mengisahkan Yesus sebagai gembala yang baik. Gembala yang baik selalu beserta kawanan-Nya dan menjaga_nya dengan baik. Ia pun rela berkurban demi keselamatan domba-domba-Nya. Jika kita menghayati Injil Yohanes ini Yesus digambarkan sebagai gembala yang baik. Selain menjaga, ia berani berkurban demi keselamatan domba-domba-Nya. Ia tidak takut mati karena serangan musuh domba-domba-Nya. Dan Ia rela berkurban demi domba-domba-Nya. Gembala itu adalah Yesus sendiri, sedangkan domba-domba itu adalah para pengikut-Nya.

Inspirasi dari Injil Yohanes ini antara lain bagaimana seseorang pemimpin itu bertugas sebagai pelayanan terhadap kawanan-Nya. Pelayanan yang baik tidak takut mati atau takut salah dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Sebagai pelayanan ia tidak ragu-ragu untuk melawan musuh-musuhnya. Ia pun rela berkurban demi keselamatan bawahannya. Sebagai pelayan (gembala) yang baik, Ia setia melindungi kelompoknya. Tidak seperti seorang upahan. Ia hanya melaksanakan tugas karena mendapat upah. Kalau pekerjaannya merasa terganggu karena ia tidak dapat mengatasi sendiri, ia akan lari. Ia tidak peduli dengan kawanannya.

Ciri-ciri sebagai pelayan (gembala) yang baik antara lain, pertama, Ia menyerahkan nyawanya. Hidupnya dipertaruhkan demi kawanannya. Ancaman terhadap kawanannya menjadi tanggungjawabnya untuki meolindungi. Lari dan menyelamatkan diri bukanlah sikap pelayanan (gembala) yang baik. Kedua, ia mengenal domba-dombanya dengan baik. mengenal berarti mehamai secara lahir dan bathin (luar dan dalamnya. Ketiga, pelayan ( gembala) yang baik), ia akan menuntun pada tempat yang baik. Ia dengan kesabarannya akan menuntun kawanannya tidak lapar dan kehaudan lagi.

Bagaimana anda sendiri.

Demikian renungan Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan