translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini masih diambil dari Injil Yohanes khususnya Yoh 6:35-40 dengan tema:” Apakah kehendak Allah Bapa di surga?”. Dalam bacaan Injil Yohanes hari ini dikisahkan tentang Yesus sebagai “roti hidup”, artinya Ia memberikan diri-Nya agar setiap orang yang menerima-Nya akan memperoleh hidup kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman. Inilah juga merupakan kehendak Bapa di surga yang telah mengutus-Nya. Namun demikian, tawaran Yesus tidak selalu diterima. Terkadang Sabda-Nya terlalu keras sehingga banyak murid meninggalkan-Nya. Namun ada juga yang tetap setia kepada Yesus melalui imannya. Misalnya Stefanus yang siap dianiaya dan menanggung kematian demi iman akan Yesus. Selain itu banyak murid Yesus diseret ke luar rumah dan dijebloskan ke dalam penjara. Walau demikian semuanya itu tidak menyurutkan iman akan Yesus. Pada zaman ini, penganiayaan terhadap pengikut Kristus terus berlangsung di mana-mana, tetapi iman akan Yesus tetap besar. Yesus sebagai “Roti hidup” tidak hanya dikenal di daerah Palestina, tetapi di seluruh dunia (universal).

Berbicara tentang kehendak Allah Bapa kita, banyak di antara kita yang tidak tahu “kehendak Allah, Bapa kita?”. Tidak tahu, atau meragukan apa kehendak Allah, Bapa kita. Apa itu kehendak Bapa? Kehendak Bapa adalah supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal, dan supaya Aku membangkitannya pada akhir zaman. Inilah kehendak Bapa yang paling hakiki. Tapi hal ini tentu saja tidak mudah. Apa yang disampaikan Yesus bersifat rohani, khususnya dalam hal iman. Yesus sendiri mengatakan:” Orang tidak akan sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku” (Yoh 14:6). Artinya kita akan mengerti kepada kehendak Allah, kalau kita berani mengimani akan Yesus. Dan orang tidak akan datang kepada Yesus, tanpa kasih karunia dari Allah Bapa. Karena pada dasarnya, Bapa dan Anak adalah satu. Tentang hal ini juga banyak orang tidak mengerti. Karena tidak mengerti banyak pula yang menolaknya.

Inspirasi tentang “kehendak Allah Bapa di surga” hendaknya menjadi semangat dalam menjalani hidup ini. Iman akan kehendak Allah Bapa di surga seharusnya menjadi pegangan hidup kita, agar kita mengasihi Yesus yang menjaga hidup kita. Semuanya ini akan terjadi, kalau terus menumbuhkembangkan keimanan kita akan Yesus. Oleh karena itu, kita harus berani mengatakan bahwa Yesus harus menjadi pusat kehidupan kita, dan Injil-Nya menjadi inspirasi serta pegangan hidup kita.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan