translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini bertemakan:” Kesaksian Yohanes tentang Yesus”, yang diangkat dari Injil Yohanes 3:31-36. Dalam Injil itu dikisahkan bagaimana Yohanes Pembaptis yang bersaksi tentang Yesus. Salah satu kesaksian Yohanes antara lain:” Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya ” (Yoh 3:36).

Mari kita renungkan kata “percaya” dan “taat” yang menjadi kata kunci orang beriman. Kalau kita mengikuti seseorang, namun yang kita ikuti tidak dipercaya, tentu langkah kita ragu-ragu. Setiap kali dia memberi tugas kepada kita, belum tentu kita dengan mudah menaatinya. Mengapa? Karena kita tidak mempercayai orang itu.

Salah satu ciri khas orang beriman adalah “taat” dan ” setia”. Kalau mau meneladani orang-orang besar dalam sejarah keselmatan umat manusia, kita bisa menemukan tokoh-tokoh besar baik di dalam Perjanjian Lama mau pun perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama antara lain tokoh seperti Abraham yang taat kepada Allah untuk meninggalkan tanah nenek moyangnya menuju tanah air baru yang ditunjukkan oleh Allah. Musa taat kepada Allah untuk memimpin umat Israel dari tanah Mesir. Nabi Yesaya, Yeremia, dan Yeheskiel juga taat kepada Allah. Dalam Perjanjian Baru, Bunda Maria, dan St. Yusuf suaminya taat kepada Allah melalui mimpi untuk membawa Yesus kecil ke tanah Mesir. Demikian pula, para murid Yesus taat kepada sabda Yesus yang penuh kuasa dengan menebarkan jalanya, dan menghasilkan ikan yang berlimpah. Paulus taat kepada Yesus Tuhan untuk mewartakan kabar keselamatan bagi orang-orang non Yahudi.

Sebagai orang beriman apakah kita setia, taat dan percaya kepada kesaksian Jesus atau pun kesaksian Yohanes tentang kabar keselamatan itu. Kita percaya kepada Yesus karena apa yang diperbuat-Nya, atau apa yang diajarkan-Nya, adalah tentang kebenaran hidup.( Akulan jalan, kebenaran dan hidup-Yoh 14.6) Keteladanan hidup ini yang menjadikan diri kita percaya kepada-Nya. Di samping itu kesaksian para murid-Nya yang kemudian diteruskan kepada Gereja-Nya merupakan saksi-saksi hidup tentang kebenaran hidup Yesus yang sungguh kita percayai. Kita mempercayai Yesus karena Ia adalah saksi kebenaran atas hidup ini. Yesus adalah teladan sosok kebenaran akan perbuatan-perbuatan Allah di dunia.

Bagaimana dengan kita, apakah kita juga berani mengritisi sikap hidup ini tentang kebenaran dalam diri Yesus? Andalah yang tahu?

Demikian refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan