translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Yohanes 3:7-15 dengan tema:” Anak Manusia harus ditinggikan”. Injil Yohanes hari ini masih berkisah tentang dialog antara Yesus dan Nikodemus. Dalam dialog itu terungkap bahwa Nikodemus tidak mampu menangkap apa yang disampaikan oleh Yesus. Nikodemus adalah seorang pemimpin agama Yahudi yang terpandang, seorang pengajar Israel, namun sama sekali tidak mengerti apa isi Kitab Suci. Sebagai pengajar saja tidak mampu mengerti tentang Kitab Suci, apalagi yang tidak pernah membaca Kitab Suci. Yesus juga mencela sikap Nikodemus atau pun banyak orang lain, yang tidak percaya akan kesaksian – Nya. ” Kamu tidak percaya waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?Tak seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal”.

“Anak Manusia harus ditinggikan” merupakan inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini dalam artian bahwa Yesus sebagai Anak Manusia harus ditinggikan dari pada sosok manusia mana pun. Mengapa? Dalam dialog dengan Nikodemus, Yesus mencela sikap hidup para pemuka agama, yang sebenarnya tidak tahu apa yang mereka baca. Yesus yang dalam karya-Nya membuat banyak mukjizat itu adalah Mesias yang sudah dinubuatkan oleh ribuan tahun yang lalu.

Meskipun orang melihat kuasa dan mukjijat yang dilakukan, orang-orang akan menolak-Nya dan Dia akan menderita dengan cara yang begitu kejam, dimana Yakub menggambarkannya bahwa Dia akan melumuri jubahnya dengan darah. Daniel memperkuat nubuat ini dengan mengatakan bahwa Mesias akan disingkirkan, walaupun Dia tidak melakukan kesalahan apapun. Dan nabi Yesaya menggambarkan-Nya sebagai Hamba yang menderita Kemudian, nabi Yesaya melanjutkannya dengan memberikan gambaran yang begitu jelas tentang bagaimana Mesias menderita. Dinubuatkan juga bahwa Mesias harus menderita untuk menebus dosa manusia sehingga manusia akan menerima keselamatan. Kemudian, Daud di dalam Mazmur dan Kitab Kebijaksanaan memberikan drama penyaliban Mesias. Namun, Daud juga menceritakan kebangkitan Mesias, ketika Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan-Nya ke dunia orang mati. Walapun Mesias mengalami semua penderitaan yang begitu berat, Tuhan telah memberitakan kepada Adam dan Hawa, dan juga kepada ular, bahwa Mesias akan memenangkan pertempuran dengan meremukkan kepala Setan melalui penderitaan Kristus, yang dilambangkan dengan meremukkan tumit-Nya. Semua nubuat ini dipenuhi oleh Kristus dalam kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya.

Anak Manusia harus ditinggikan sudah sesuai dengan nubuatan para nabi. Kita wajib mengimani apa yang telah diwartakan para nabi, serta para murid-Nya yang telah menjadi saksi Kristus yang kemudian diteruskan oleh Gereja. Gereja adalah representasi Kristus. Sebagai pengikut Kristus kita wajib mewartakan kebangkitan-Nya agar kita memperoleh hidup yang kekal.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan