translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 14:35-48 dengan tema:” Yesus membuka pikiran para murid-Nya?”. Injil Lukas hari ini masih mengisahkan bagaimana Yesus menampakkan Diri-Nya setelah kebangkitan-Nya. Kebangkitan Yesus menjadi suatu fenomena yang tidak lazim pada zaman itu. Oleh karena itu para murid-Nya diselimuti antara perasaan galau dan sukacita. Galau atau sedih karena mereka telah berpisah dengan Guru sekaligus Tuhannya, dan sukacita karena Gurunya yang mengalami kesengsaraan yang begitu hebat, wafat, dan akhirnya bangkit pada hari ketiga. Penampakan-Nya setelah kebangkitan menjadikan mereka kembali bergairah dan bersukacita. Ketika mereka mendapat laporan dari dua murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus, tiba – tiba Yesus “hadir” di tengah mereka dengan menyapa:” Damai sejahtera bagi kamu”. Tentu saja mereka terkejut, dan juga takut, karena mereka sangka Dia itu hantu. Atas keterjutan dan ketakutan itu, kemudian Yesus berbicara kepada mereka:” Mengapa kamu terkejut, dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu? Lihatlah tangan dan kaki-Ku? Aku sendirilah ini?Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu kan tidak ada tulang dan dagingnya, seperti kamu lihat pada-Ku” Namun di antara mereka masih ada juga keraguan. Kembali Yesus berkata:” Adakah padamu makanan di sini? Lalu mereka memberi-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Yesus meneruskan berkata:” Inilah perkataan yang telah Kusampaikan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, bahwa harus digenapi semua yang tertulis tentang Aku dalam Kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan Kitab Mazmur. Lalu Yesus membuka pikiran, sehingga mereka mengerti tentang Kitab Suci.Kata-Nya kepada mereka:” Mesias harus menderita dan bangkit di antara orang mati pada hari ketiga. Dan lagi dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini”. Inilah intisari Injil Lukas hari ini.

Inspirasi dari Injil Lukas hari ini antara lain Yesus membuka pikiran para murid-Nya. Mengapa? Setelah Yesus Gurunya mengalami penderitaan, dan mengalami kematian di salib, hati dan pikiran mereka berantakan. Mereka sangat ketakutan seolah kehilangan pegangan hidup. Dalam keputusasaan itu, Yesus hadir dan menyatakan diri-Nya siapa Dia. Ia bukan hantu, tapi Ia adalah Guru dan Tuhannya. Ketegasan Yesus kepada mereka sambil mengatakan rabalah dan peganglah kaki dan tangan-Nya. Ketegasan Yesus dalam penampakan kepada mereka bahwa semua yang ada tertulis tentang Diri-Nya dalam Kitab Taurat Musa, kitab para nabi dan Kitab Mazmur harus digenapi. Oleh karena itu, Yesus membuka pikiran mereka agar mereka mengerti Kitab Suci.

Oleh karena itu, bagi kita yang menjadi pengikut Kristus harus memahami Kitab Suci dengan benar. Tanpa memahami Kitab Suci, tidak mungkin kita akan mengerti tentang Kristus. Santo Hironimus salah seorang Bapa Gereja mengatakan:” bagaimana kamu tentang kristus, kalau tidak pernah membaca Kitab Suci”. Kemudian dalam Yohanes 1:1 tertulis sbb:” Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah. Firman itu adalah Allah”. Jadi ketika kita membaca Kitab Suci, kita bertemu dengan Allah sendiri. Dengan itu pula, sebelum membaca Kitab Suci kita diminta untuk berdoa terlebih dahulu, agar Tuhan membuka hati dan pikiran kita sehingga kita diberikan pencerahan untuk memahami Kitab Suci.

Jadi, penampakan Yesus kepada para murid memberikan peneguhan bahwa apa yang terjadi pada Yesus sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Kitab Suci yakni bahwa Mesias harus menderita dan bangkit di antara orang mati. Kematian Yesus di salib bukan akhir hidup Yesus. Pesan terakhir dari Injil Lukas hari ini adalah agar para murid dan juga diri kita menjadi saksi Kristus. Untuk itu kita selalu harus berdoa kepada-Nya agar pikiran kita terus dibuka agar makin mengerti tentang Dia serta ajaran Ilahi-Nya dan kita berani menjadi saksi kebenaran-Nya.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan