translation services

Injil Lukas (Luk 24:13-35) hari ini mengisahkan suatu perjalanan dua murid Yesus ke kampung Emaus, yang letaknya sekitar 7 mil dari kota Yerusalem. Dalam perjalanan itu mereka bertemu dengan Yesus yang dianggapnya sebagai orang asing. Mata mereka tertutup, sehingga mereka tidak mengenali Guru dan Tuhannya. Mata yang tertutup itu identik dengan kebutaan rohani.

Perjalanan ke kampung Emaus.
Inspirasi bathin dari bacaan Injil Lukas hari ini mengingatkan kepada betapa orang yang mengalami kebutaan rohani menutup pintu hatinya bagi kehadiran Tuhan. Dalam Kitab Wahyu 3:20 disebutkan:” Lihatlah Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk. Jika ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya. Aku akan makan bersama dengan dia dan bersama-sama dengan Aku”.

Dari ungkapan di atas dapat dikatakan bahwa kebutaan rohani telah menutup pintu hati. Jika demikian Tuhan yang begitu dekat menjadi jauh dan tidak kelihatan. Sekiranya kita membuka pintu hati, maka kita juga akan mengalami kehadiran Tuhan. Kapan kita mengalami akan kehadiran Tuhan?Banyak orang tidak menjawab jika pertanyaan itu dilontarkan kepada mereka? Jawabnya sederhana yakni sewaktu kita menerima Tubuh dan Darah Kristus pada waktu Ekaristi. Namun lagi-lagi mereka tidak mengerti, dan lagi-lagi ini karena kebutaan rohani kita.

Banyak beranggapan bahwa menjadi pengikut kristus cukup dengan doa dan pergi ke Gereja. Pada hal hal ini bukan yang utama. Menjadi pengikut Kristus, artinya kita percaya bahwa Kristus sungguh – sungguh Allah dan sungguh manusia dan kita berani meneladani hidup Kristus. Sabda Kristus yang penuh kuasa dan perbuatan-perbuatan Ilahi yang menjadikan Dia adalah Tuhan yang bangkit dan Tuhan yang hidup di tengah umat-Nya.

Perjalanan menuju kampung Emaus menjadikan suatu pemahaman bahwa kebutaan rohani menjadikan hati yang tertutup dan tidak mengenal Tuhan yang berada di dekat kita. Oleh karena itu keterbukaan hati terhadap Tuhan menjadi kata kunci untuk mengalami akan kehadiran Tuhan.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan