translation services

Hari ini (Senin) dalam Pekan Suci. Suasana bacaan-bacaan Injil sangat terasa menuju pada penderitaan Yesus. Pengurapan minyak atas Yesus oleh Maria saudara Marta melambangkan hari pemakaman-Nya. Sebuah ungkapan penghormatan kepada Tuhan yang menyelamatkan.

Jikalau Maria, Marta dan Lazarus adalah orang-orang baik yang berada di sekitar Yesus, namun di luar sana, sudah berkumpul orang-orang berhati jahat yang tidak hanya ingin memusnahkan Yesus, tetapi jua Lazarus yang pernah dibangkitkan oleh Yesus. Menurut mereka kebangkitan Lazarus telah menyebabkan banyak orang datang dan mendengarkan ajaran Yesus. Bahkan salah seorang murid Yesus yakni Yudas Iskariot mencela sikap Maria yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak yang sangat mahal harganya.

Maria meminyaki kaki Yesus
Inspirasi batin dari Injil Yohanes (Yoh 12:1-11) hari ini mau mengatakan bahwa hidup kita selalu dikelilingi oleh orang-orang baik, tetapi juga tidak sedikit oleh orang-orang yang jahat. Betapa tidak mudahnya bagi kita yang hidup jujur selalu dihadapkan dengan mereka yang berhati jahat dan tidak jujur.

Oleh karena itu, marilah kita menjadi orang yang senantiasa sadar bahwa kebaikan tidak selalu diterima oleh lingkungan. Tetapi seperti kata Yesus kita harus tetap menjadi pelita untuk menerangi sekeliling kita atau menjadi garam untuk mengasini lingkungan kita dengan kebaikan dan kejujuran kita. Apa yang diperbuat Maria adalah tindakan visioner, tindakan terhadap yang akan terjadi, suatu tindakan penghormatan akan Tuhan yang wafat dan karena wafat dan kebangkitan-Nya manusia diselamatkan. Dengan demikian kita juga tidak perlu mengurangi kasih dan kebaikan hati kita kepada sesama, walau barangkali tindakan kita itu ditolak oleh lingkungan kita. Ingat dalam nyanyian kasih, bahwa segalanya akan musnah, dan yang tinggal hanyalah kasih. Oleh karena itu, kita memang harus menyebarkan virus kasih kepada sesama.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan