(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Sebelum Abraham jadi, Aku ada

Posted at 26 Maret, 2015 by Justinus on category Renungan
translation services

Injil Yohanes (Yoh 8:51-59) hari ini mengisahkan tentang kesaksian Yesus baik tentang diri-Nya, Bapa-Nya dan juga tentang Abraham. Tentang Abraham, Yesus mengatakan bahwa :”Sebelum Abraham jadi, Aku ada”. Mengenai hal yang terakhir ini, orang Yahudi marah besar kepada Yesus. Kemarahan yang begitu meluap-luap menjadi mereka mengambil batu untuk melempari Dia: anehnya, Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Yesus mengajar di Bait Allah

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini dengan tema:” Sebelum Abraham jadi, Aku ada” menjadikan suatu kesaksian bahwa Yesus itu lagi-lagi bukan seperti gambaran manusia pada umumnya sebagai anak manusia biasa. Dengan mengatakan “Sebelum Abraham jadi, Aku ada”, membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang merendahkan diri-Nya menjadi manusia. Namun hal ini tidak diterima oleh manusia. Secara umum pasti banyak orang akan sepaham dengan orang Yahudi memangnya umur Yesus berapa tahun bahwa diri-Nya ada, sebelum Abraham ada. Dan hal ini menjadikan orang Yahudi marah besar.

Sebagai orang beriman kita menerima bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. Sebagai Allah, dengan segala kemahakuasa-Nya, Ia mampu berbuat apa saja, termasuk Ia merendahkan diri-Nya menjadi manusia. Sebagai manusia, Ia sama seperti kita dengan merasa haus, lapar, merasa ngeri menghadapi dunia, dll.

“Sebelum Abraham jadi, Aku ada” merupakan tantangan iman kita. Apakah kita mengimani bahwa Yesus itu memang sudah ada sebelum Abraham atau pun para nabi yang sudah meninggal. Jika kita mengimani bahwa Yesus itu sungguh Allah, maka persoalan kita tentang Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia sudah ‘selesai’, artinya kita tidak mempersoalkan kembali. Tapi jika menolak-Nya, maka kita akan mengalami pemikiran-pemikiran yang tidak pernah selesai. Kita sering lupa bahwa iman itulah yang mengatasi segala pemikiran-pemikiran kita.

Walau Yesus mau dilempari batu untuk dirajam oleh bangsa Yahudi, namun karena belum saatnya, Yesus bisa menghilang di tengah-tengah mereka dan pergi tanpa cedera sedikitpun. Itu semua karena karya Allah yang tidak mungkin atau sulit diselami oleh hati dan nalar manusia.

Hari ini Yesus menyatakan diri-Nya siapa Dia. Dari bacaan Injil Yohanes hari ini kita menyimpulkan bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. Dialah Allah yang merendahkan Diri-Nya menjadi seperti seorang manusia. Pada kesempatan ini Yesus juga berkata:”Sungguh barangsiapa menuruti Firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya”.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1