translation services

Injil Yohanes (Yoh 8:1-11) hari ini menegaskan tentang siapa diri Yesus. Bahwa bukan dari bumi ini, tetapi Ia berasal dari atas, sementara kita berasal dari dunia ini. Kita semua akan mati karena dosa kita. Terlebih kalau kita tidak percaya kepada-Nya. Pada kesempatan ini, Yesus juga bersaksi tentang siapa yang mengutus-Nya, dan tentang Dia tak seorang pun yang tahu.  Kemudian Yesus mengatakan bahwa apabila kita meninggikana Anak Manusia (Yesus), barulah kamu bahwa Akulah Dia, dan  Aku tidak dapat berbuat apa-apa dengan diri-Nya sendiri.  Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya”.  Itulah ringkasan  Injil Yohanes hari ini.

Inspirasi batin dari bacaan Yohanes tersebut antara lain bahwa Yesus itu tidak seperti diperkirakan oleh  mereka yang tidak percaya kepada-Nya. Gambaran Yesus itu berbeda dengan pandangan para musuh-Nya bahwa Ia hanyalah Anak Maria dan Yusuf tukang kayu dari Nazareth. Kesaksian Yesus melalui Injil Yohanes  hari menegaskan kepada kita bahwa Yesus bukan berasal dari dunia ini. Atau dengan kata lain, Yesus bukan Anak biologis dari kemauan dari dua manusia yakni Maria dan Yusuf. Ia terlahir dari Kuasa Roh Kudus melalui rahim Maria. Agar  Yesus diterima sebagai Anak Manusia, maka Maria harus bersuami dan hal ini Yusuflah yang menjadi suaminya. Namun semuanya ini terjadi karena rencana Allah dalam menyelamatkan dunia.

Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dengan tujuan untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Ia telah datang sebagai terang, tetapi manusia lebih mencintai kegelapan agar perbuatan-perbuatannya tidak terlihat. Ketika kita dipanggil dan bersedia menerima panggilan itu, kita telah ditetapkan sebagai anak-anak-Nya. Kita telah memperoleh gelar sebagai anak-anak terang. Oleh karena itu kita harus menjadi terang bagi sesama, agar lingkungan sekitar kita memperoleh terang. Walau kita berasal dari bumi, tetapi kita telah dipilih menjadi anak-anak terang, dan mudah-mudah tidak menjadi budak dosa agar kitaa terhindar dari maut yang mematikan itu.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkatii.-***

Tinggalkan Balasan