translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Yohanes 7:1-2,10,25-30 dengan tema:”Saatnya belum tiba”. Dalam Injil Yohanes ini dikisahkan Yesus yang terus mengajar orang banyak, walau orang-orang Yahudi terus berusaha menangkap-Nya, tetapi mereka selalu gagal. Dikatakan “Saatnya belum tiba” dan Yesus masih dengan leluasa mengajar di mana Ia mau entah di daerah Yudea atau di Galilea. Yesus tampil tanpa beban. Ia sama sekali lepas bebas. Namun ada saatnya Yesus membiarkan Diri-Nya ditangkap. Sebaliknya orang Yahudi yang selalu berhati jahat makin bingung dan gelisah. Kegelisahan dan kegelapanlah menjadi ciri orang-orang pikirannya negatif dan jahat. Banyak orang bertanya-tanya apakah benar bahwa Ia itu Kristus yang akan datang? Kegelapan terus menyelimuti hati mereka, karena hati mereka sudah tertutup akan Terang yang sudah datang. Yesus berulangkali menegaskan bahwa ajaran-Nya bukan dari Diri-Nya sendiri, tetapi dari Dia yang mengutus-Nya. Ia tidak bersaksi tentang Diri-Nya sendiri, sebab jika Ia bersaksi tentang Diri-Nya sendiri, maka Ia adalah pendusta. Tentang hal ini Yesus mengatakan:” Kalau Aku bersaksi tentang Dir-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku tidak benar, ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar”.( Yoh 5:31-32).

Inspirasi batin dari bacaan Injil Yohanes yang bertemakan”saatnya belum tiba”, kiranya juga akan berlaku untuk diri kita. Tapi tentu saja segala sesuatunya harus dilandasi dengan iman. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar bahwa kegagalan demi kegagalan sering kita jumpai dalam hidupnya. Segala upaya sudah dilakukannya, bahkan dengan doa-doa sebagaimana banyak orang lakukan sudah dijalani. Bhakan ada yang frustasi menghadapi kenyataan ini, namun ada pula yang penuh iman mengatakan bahwa saatnya belum tiba. Orang beriman percaya akan penyelenggaraan Ilahi, sehingga ia tidak akan takut pada masa yang datang soal rezeki, kesehatan atau keamanan, dll. Semuanya sudah ada yang mengatur. Ia mengimani betul akan kasih Allah, sehingga ia tidak takut sama sekali. Segalanya dilakukannya dengan bebas dan penuh ssyukur. Sekiranya belum berhasil, ini masalah waktu saja.

Oleh karena itu dalam menjalani peziarahan hidup ini, harapan, iman dan kasih menjadi suatu norma Kristiani agar kita menjadi sumber terang tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi untuk sesama kita.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan