Kidung Zakaria.

idung adalah sebuah bentuk pujian kepada Allah yang mahatinggi. Oleh karena itu, kidung Zakaria adalah kidung pujian Zakaria kepada Allah karena hatinya sungguh bersyukur atas kasih karunia Allah kepada-Nya. Kidung Zakaria terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah tentang kaitannya dengan Tuhan. Sedangkan bagian kedua terkait dengan Yohanes Pembaptis. Bagian

Warta kelahiran Yohanes.

ari ini terjadilah pewartaan yang besar akan kelahiran Yohanes Pembaptis. Menurut sanak keluarga, tidak ada nama Yohanes. Yang ada adalah Zakaria, dll. Yang lebih mengherankan adalah ketika Zakaria ingin memberi nama itu dengan menuliskan Yohanes, maka terbukalah kelunya, sehingga ia dapat berbicara seperti semula. Hari ini terlahirlah seorang anak laki-laki

Kidung Maria.

idung Maria merupakan pujian Bunda Maria kepada Allah. Dengan kidung ini, betapa Bunda Maria bersyukur dan berterimakasih kepada Allah atas kepercayaan-Nya yang diberikan kepadanya. Ia tidak menjanjikan apa-apa selain kesiapsediaannya sebgai hamba Allah untuk menerima kepercayaan itu. Kidung Maria selalu dilantunkan atau didaraskan setiap hari di seluruh dunia khususnya di

Kisah kelahiran Immanuel.

erayaan akan kelahiran Yesus Kristus tinggal beberapa saat lagi. Injil Matius (Mat 1:8-24) hari ini mengisahkan bagaimana kisah kelahiran Yesus menjadi sebuah karya besar bagi keselamatan umat manusia. Karya penyelamatan Allah itu dimulai melalui dari hadirnya Abraham sebagai bapak bangsa, kemudian melalui Daud sebagai raja yang paling terkemuka di dalam

Mempelajari Silsilah Yesus Kristus.

alam memasuki masa Natal, hari ini kita mencoba mengerti tentang ‘silsilah Yesus Kristus’. Banyak orang merasa bangga kalau ia memiliki orang tua yang terkenal. Ia akhirnya menjadi bangga karena memiliki orang tua keturunan tertentu. Tapi kita tidak bisa memilih orang tua ini dan itu. Sebagai ciptaan, kita menerima apa adanya.

Siapakah sosok Mesias itu?

iapakah sosok Mesias yang akan datang itu? Sebagai Pribadi apakah Dia itu? Tentu banyak orang ingin mengenal dan syukur-syukur bertemu dengan-Nya. Injil Lukas hari ini mengantar kita untuk mengenal Pribadi Mesias sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi dan juga oleh Yohanes yang mendahului kedatangan Mesias. Untuk itulah Yohanes mengutus dua muridnya

Yohanes (Pembaptis) adalah Elia baru.

uatu pertanyaan para murid kepada Yesus:” Mengapa Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu?”. Yesus pun menjawab:” Elia sudah datang dan memulihkan segala segala sesuatu. Tetapi orang tidak mengenal dia, dan bahkan mereka memperlakukannya seturut kehendaknya”. Demikian pula, Anak Manusia akan diperlakukan seperti itu. Yesus hari ini juga merasa heran

Kedegilan hati manusia.

ari ini Yesus mengecam ‘kedegilan hati manusia’ khususnya orang Farisi dan ahli Taurat. Sikap kedegilan hati tergambarkan sebgaimana kata-kata Yesus kepada mereka ini:” Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya’ kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan

Ketenangan jiwa.

alam menyongsong perayaan Natal yang akan datang, maka Masa Adven merupakan masa penantian dan persiapan hati untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat. Yesus Mesias sebagai Juru Selamat Manusia sudah dinubuatkan oleh para nabi bahwa akan lahir seorang Juru Selamat yang diberi Nama Yesus melalui seorang perawan Maria yang bertunangan dengan

Kuasa Anak Manusia.

esus hari ini telah menyembuhkan seorang yang lumpuh, ketika Ia mengajar banyak orang di suatu rumah. Karena begitu banyak orang, si lumpuh itu akhirnya digotong ke atas rumah dan diturunkan dari atas. Tentu saja kesediaan orang yang mau menggotong si lumpuh itu perlu mendapat apresiasi, karena tanpa mereka si lumpuh

Siapkanlah jalan bagi Tuhan.

eruan Yohanes Pembaptis dalam hari Minggu ini antara lain mengingatkan kita kepada pertobatan dan pembersihan hati dalam menyambut perayaan natal yang akan datang. Tetapi terkadang kita lebih terfokus pada hal-hal yang bersifat duniawi dengan lebih mengutamakan misalnya pakain yang bagus, atau hal-hal yang sifatnya duniawi. Apakah itu tidak boleh? Tentu

Kerajaan Surga sudah dekat.

ari ini Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga. Selain itu, Ia juga melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Kehadiran Yesus selalu menjadi magnit bagi orang banyak yang tertarik akan ajaran-Nya serta karya penyembuhan-Nya. Menurut Yesus, orang banyak itu ibarat kawanan domba yang tidak bergembala. Ia pun berkata

Orang buta disembuhkan Yesus.

njil Matius (Mat 9:27-31) hari ini mengisahkan orang buta yang disembuhkan oleh Yesus. Kehadiran Yesus menjadikan banyak orang takjub akan sabda-Nya dan karya-Nya. Dalam suatu perjalanan, datnglah dua orang buta yaang berseru kepada-Nya:”Kasihanilah kami, Anak Daud”. Lalu Yesus merespons kedua orang buta dengan berkata:” Percayakah kalian bahwa Aku dapat melakukannya?”.

Kasih Tuhan yang menyelamatkan.

enarkah kasih itu menyelematkan? Karena Tuhan itu mahakasih, maka karya Tuhan adalah untuk menyelamatkan. Dalam Injil hari ini nyata bagaimana kasih Tuhan itu menyelamatkan banyak orang. Kasih Tuhan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan jasmani manusia, terlebih dalam kebutuhan hidup rohani mereka. Ketika banyak orang datang berbondong-bondong dengan membawa banyak orang

Kerendahan hati yang menyelamatkan.

Hari ini Injil Lukas mengisahkan bagaimana Yesus berdoa dan bersyukur kepada Bapa-Nya atas keberhasilan para murid yang diutusnya untuk mewartakan Injil. Atas laporan itu Yesus sangat bersukacita. Oleh karena itu dalam doa dan permohonan-Nya kepada Bapa, Ia bersru:” Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau

Mengikuti Yesus

ari ini Gereja merayakan pesta St. Andreas, rasul. Dari keduabelas rasul, St. Andreas termasuk murid-murid pertama. Andreas adalah saudara Simon Petrus, seperti dinyatakan dalam Injil hari ini. Seperti kebanyakan rasul, ia berasal dari kelompok nelayan. Andreas dikenal sebagai rasul yang amat bersemangat dan selalu ingin dapat mengantar siapa pun kepada

Berjaga dan berdoa.

ari ini melalui Injil Lukas (Luk 21:34-36), Yesus mengingatkan kepada kita semua untuk selalu ‘berjaga dan berdoa’. Dua kata ‘berjaga dan berdoa’ selalu ditekankan oleh Yesus agar kita semua selamat sampai tujuan akhir hidup kita. Pengajaran Yesus kepada para murid-Nya:” Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan

Membaca tanda-tanda zaman.

esus hari ini mengajak kita semuanya untuk ‘membaca tanda-tanda zaman’. Injil Lukas (Luk 21;29-33) mengisahkan tentang perumpamaan kepada para murid-Nya dengan mengatakan:” Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula, jika kalian melihat

Karena Nama Yesus.

ari ini Yesus menubuatkan tentang nasib para murid-Nya. Yesus berkata:” Akan datang harinya kalian ditangkap dan dianiaya. Karena Nnama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa. Untuk itu Yesus meminta kepada mereka untuk menjadi saksi dan teguh hatinya dan tidak

Kebangkitan orang mati.

ari ini Yesus memberikan pengajaran tentang ‘kebangkitan orang mati’. Dalam dialog Yesus dengan orang-orang Saduki, Yesus memberikan pemmahaman tentang kebangkitan orang mati dan hidup kekal. Ketika orang Saduki bertanya kepada Yesus, siapakah dari tujuh saudara laki-laki yang mengawini seorang wanita yang tidak mempunyai anak, dan akhirnya wanita itu mati juga,

Yesus menangisi Yerusalem.

Benarkah Yesus menangisi Yerusalem? Mengapa Ia begitu sedih melihat kota Yerusalem. Ada apa dengan kota Yerusalem sehingga Ia menangisinya? Itulah peran Yesus sebagai manusia. Sebagai Tuhan, Yesus menangisi bangsa yang dipilihnya. Bangsa Yahudi melalui orang Farisi dan ahli Taurat telah menghasut rakyat untuk menolak kehadiran-Nya dan bahkan membunuh-Nya di tiang

Belajar bersyukur dan berterimakasih.

enurut Injil Lukas (Luk 17:11-19), Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta. Sebelum mereka disembuhkan, mereka berteriak-teriak mohon kesembuhan dari Yesus dengan mengatakan:” Yesus, Guru, kasihanilah kami!”. Namun Yesus tidak segera menyembuhkan mereka. Sebaliknya Ia berkata:” Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam”. Dalam perjalanan kepada imam itu, mereka sembuh. Tapi dari kesepuluh orang

Menjalankan tanggungjawab dengan tulus.

esus hari ini memberikan pengajaran tentang bagaimana menjalankan tugas tanggungjawab dengan tulus. Adalah tugas seorang seorang hamba itu bekerja dengan baik. Seorang hamba mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk melayani. Yesus pun ingin agar para murid-Nya menjalankan tugas dan tanggungjawabnya tanpa harus menuntut pujian dan penghargaan. Menjalankan tanggungjawab dengan tulus itulah

Persembahan Janda Miskin.

ada hari Minggu ini, Yesus memuji persembahan janda miskin dari pada persembahan orang kaya. Menurut Yesus, orang kaya memberikan persembahan dari kelebihannya sementara orang miskin seperti janda miskin ini memberikan persembahannya dari kekurangannya. Persembahan yang diberikan janda miskin ini dipuji oleh Yesus. Nampaknya dalam memberikan persembahan juga dikandung unsur pengurbanan,

Allah mengetahui hati kita.

idup ini pada dasarnya berdasarkan pilihan-pilihan. Umumnya terdiri dua pilihan. Yesus hari ini anatara lain berbicara kepada kita tentang ‘mengabdi kepada Allah atau kepada mamon’. Karena kita tidak mungkin mengabdi kepada keduanya. Kalau yang satu kita kasihi, yang lain kita benci. Semuanya itu harus dimulai dari hal-hal yang kecil. Kalau

Menjadi Anak terang.

enjadi anak terang tidaklah mudah. Mengapa? Goda dunia saat ini luar biasa. Hari ini Yesus memberikan ‘pujian’ bahwa anak dunia itu lebih cerdik dari pada anak terang. Tentang hal ini Yesus memberikan perumpamaan tentang bendahara yang cerdik. Inilah kisahnya:” Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan bahwa bendahara

Permuridan Yesus Kristus.

ita mengenal radikalisme? Radikalisme adalah suatu tindakan yang keras, tindakan tidak setengah-setengah. Menjadi murid Kristus tidak boleh setengah-setengah. Kata-kata Yesus dalam Injil Lukas (Luk`14;25-330) hari ini cukup radikal dalam menuntut permuridan-Nya. Kata-kata Yesus yang mengatakan bahwa menjadi murid-Nya harus membenci ayah, ibu dan keluarganya merupakan ungkapan ini sangat berlebihan. Permuridan