Tidak seorang pun pernah melihat Allah.

Renungan akhir tahun 2014 ini, Kuasa Doa menyiapkan sebuah renungan yang berthemakan:” Tidak seorang pun pernah melihat Allah“. Thema ini merupakan inspirasi dari bacaan Injil Yohanes 1:1-18. Pasti semua sependapat bahwa tak seorang pun pernah melihat Allah. Bagaimana dengan Yesus Kristus yang kita kasihi? Banyak orang menolak bahwa Yesus Kristus bukan Allah atau Tuhan, bagaimana ‘claim’ orang Kristen ini. Mengapa mereka ini menyebut Yesus adalah Tuhan. Sedikit banyak Injil Yohanes mengungkapkan bahwa Yesus itu Tuhan.

Yohanes adalah saksi hidup siapakah sosok Yesus itu. Perhatikan Injil Yohanes hari ini. “Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.Tetapi, semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam Nama-Nya, orang-orang yang diperanakkn bukan dari darah daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia, Yohanes memberi kesaksian dan berseru:” Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata ‘sesudah aku, akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku’.’Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya”.

Kesaksian Yohanes (Yoh 1:15-17), Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30), Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Dia adalah yang tersulung di antaa segala ciptaan (Kol 1:15), Alpha dan Omega (Wahy 1:8), dan segala perbuatan Yesus dalam karya-Nya menunjukkan betapa dalam Yesus adalah perbuatan-perbuatan Allah. Oleh karena itu, Allah Tritunggal dalam iman kita adalah sebuah kebenaran dan dalam kebenaran itu ada kasih karunia.

Hari ini merupakan hari terakhir sebelum memasuki Tahun Baru 2015. Mari kita bersyukur atas penyelenggaraan Ilahi atas kasih karunia-Nya. Kita pun berharap bahwa dalam memasuki tahun baru yang akan datang, rahmat Tuhan akan turun atas kita agar semua berjalan dalam cahaya terang Kristus yakni damai sejahtera.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan